oleh

Disdik Sumenep Rencanakan Program Monev Ketika Realisasi Pembangunan Mencapai 95 Persen

KABARMADURA.ID, Sumenep -Program Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep untuk pembangunan gedung dan renovasi sarana sekolah dasar (SD) belum optimal. Sehingga untuk proses monitoring dan evaluasi (monev) belum direncanakan.

Berdasarkan hasil verifikasi bantuan rehabilitas, untuk menunjang pembangunan tahun 2020 akan menelan anggaran sebesar Rp7,4 miliar, capaiannya masih stagnan di angka 50 persen. Hal ini dakui, Kabid Pembinaan SD Disdik Kabupaten Sumenep Abd. Kadir, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, seluruh sekolah yang direncanakan sejak awal sudah dinyatakan lolos verifikasi. Salah satu jenis pembangunannya berupa ruang kantor. “Rata-rata tetap 50 persen. Besaran bantuan beragam, setiap sekolah tidak sama anggarannya. Karena ruang kelas yang akan di bangun beda, ada empat ruang ada yang cuma dua ruang,” ujarnya.

Pihaknya segera merencanakan melakukan monev ketika capaian pembangunan secara fisik 95 persen. Sehingga untuk saat ini masih fokus pada proses laporan. Sehingga bisa segera mencapai angka tersebut.

Ditegaskan, pembangunan yang akan menyasar ke 34 lembaga itu secara detail sebesar Rp7, 430.000.000. Untuk proses pencairannya secara bertahap, mulai dari pengerjaan 25 persen hingga selesai. Sehingga setiap laporan proses pencarian menjadi kendala tersendiri.

Abd Kadir menjelaskan, anggaran itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan anggaran pendapatan dan belanja Nasional (APBN). Mengenai lokasi sekolah sudah ditentukan. Dari 34 lembaga, 15 rehab ruang kelas, 5 rehab ruang guru, 2 ruang kelas baru (RKB), dan 7 toilet.

“Apalagi di kepulauan itu, kendalanya macam-macam, mulai dari sulit sinyal dan transportasi. Sehingga hal itu menjadi hambatan untuk mencairkan proses selanjutnya,” paparnya.

Menurutnya pada tahun sebelumnya yang mendapatkan bantuan rehabilitasi sebanyak 117 lembaga. Tahun 2020 sebanyak 43 sekolah yang menyebar di semua kecamatan. Untuk diketahui, jumlah SD di Kabupaten Sumenep sebanyak 656 sekolah. Rinciannya, sebanyak 579 Negeri dan 77 swasta. (ara/ito)

Komentar

News Feed