oleh

Disdik Sumenep Segera Gelar Rapat Sekolah Penggerak

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Sedikitnya ada sekitar 25 sekolah di bawah binaan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang menjadi induk sekolah penggerak. Hal itu bertujuan untuk  mencetak siswa yang visioner.

Inovasi pengelolaan pendidikan Disdik Sumenep  patut diapresiasi. Bahkan, pemerintah pusat menunjuknya sebagai satu-satunya  pilot projek sekolah bergerak di Madura.

Plt Kepala Disdik Sumenep Muhamad Iksan mengutarakan, alasannya dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak banyak perhitungan terkait  anggaran  pengembangan pendidikan  yang diambil dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

“Untuk menindaklanjuti itu, pada hari Sabtu, kami  akan mengumpulkan seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD sampai MA sederajat. Kami akan membicarakan teknisnya” ujaranya, Rabu (3/3/2021).

Dia menambahkan, Selain itu, alasan lainnya yaitu  keunggulan program yang disajikan oleh Disdik Sumenep, seperti program Wajib Diniyah, yang diselipkan ke sekolah-sekolah negeri.

Mantan aktivis PMII itu menyebutkan, ada 20 sekolah yang sudah aktif melaksanakan program tersebut, di antaranya, 3  lembaga di SMAN, 17 lembaga di  SMP, SD, dan seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Kota, Manding, Kalianget dan Kecamatan Bluto.

Iksan menjelaskan, dengan ditindaklanjutinya  program sekolah penggerak, maka target seluruh tenaga pendidik, kepala sekolah, dan pihak terkait, bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menyelaraskan  misi dalam rangka  menjadi pilot project pelaksanaan program belajar, yang puncaknya bisa mencetak siswa pandai, berkarakter, nasionalis, dan mampu memahami  eksistensi Pancasila, dan visioner.

“Kami akan mengumpulkan 25 sekolah dulu, mulai pekan ini kami rapatkan dulu, nanti akan bergilir ke sekolah-sekolah yang sudah ditunjuk. Nanti semua sekolah diharapkan mendaftar untuk menjadi sekolah penggerak. Untuk kelengkapannya, masih menunggu teknis dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Anggaran sekolah penggerak bersumber dari APBD, senilai Rp400 juta. Sementara dari APBN masih belum ada. Tetapi, informasinya senilai Rp3 miliar

Diketahui, jumlah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak Kanak (TK) sebanyak 900-an, Untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebanyak 575 lembaga  dan SD swasta atau SD Islam sebanyak 79 lembaga, sedangkan SMP sebanyak 43 lembaga, dan SMP swata sebanyak 148 lembaga. (ara/maf)

Komentar

News Feed