Disdik Sumenep Tahan Pencairan Bansos Guru

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) TIDAK DIIZINKAN: Guru yang datanya kurang valid tidak direkomendasikan mendapat tunjangan transportasi dan honor dari Pemkab Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep sudah memastikan ada 6.213 penerima tunjangan guru berstatus sukarelawan (sukwan), baik tunjangan transportasi maupun honorarium.

Tunjangan itu sebelumnya dianggarkan sebesar 7.583.400.000. Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep. Penerimanya adalah guru non-PNS dan sertifikasi.

Bacaan Lainnya

Namun dari jumlah tersebut, ada sebagian yang belum direkomendasikan bisa menerima lantaran beberapa alasan.

Kasubbag Tugas Pembantuan Disdik Sumenep Tri Fathanah menyampaikan, beberapa alasan itu di antaranya, data administrasi guru kurang valid, atau persoalan data yang harus diselesaikan.

“Ada sekitar 80 orang rekom pencairannya ada di saya, macam-macam, ada yang karena ijazahnya belum valid dengan identitas lainya,” katanya, Senin (21/12/2020).

Pihaknya masih menunggu sampai akhir Januari mendatang. Jika data-data berupa proposal itu masuk dan tidak kunjung selesai persoalannya, maka tunjangan tersebut akan kembali lagi ke kas daerah (kasda) atau tidak diserahkan ke calon penerimanya.

“Rata-rata datanya ini adalah guru-guru swasta, kalau negeri aman semua,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, jumlah atau anggaran untuk bansos tersebut lebih sedikit dari sebelumnya.Sebab pada tahun 2019 disediakan untuk 7.600 guru sukwan yang bertugas di sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.

Dari total anggaran tersebut, realisasinya dibagi menjadi dua bagian, dana sebesar Rp900.000 diberikan kepada 4.000 sukwan berupa bantuan biaya transportasi. Sedangkan jumlah nominal lebih besar, yaitu Rp1.800.000, diberikan kepada 2.213 guru berstatus nonsertifikasi dalam bentuk honorarium.

Bantuan tersebut diberikan sekali dalam setahun, biasanya terealisasi jelang akhir tahun, dan penerima bantuan itu tidak boleh menerima ganda. Jika sudah mendapatkan uang transportasi, tidak akan memperoleh honor. Dengan rincian sekitar 150 ribu perbulan.

“Saat ini uang suda masuk ke rekening masing-masing tinggal mengurus saja,” pungkasnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *