Disdik Sumenep Verifikasi Penerima Rehab

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sudah melakukan verifikasi kepada puluhan sekolah dasar negeri (SDN). Verifikasi itu dikhususkan kepada sekolah yang  tercatat menerima bantuan rehabilitasi pada tahun 2021. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep sudah menggarkan dalam kegiatan rehab itu sebesar Rp8.507.240.000 miliar.Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep Abd. Kadir menyampaikan, seluruh sekolah sudah dinyatakan lolos verifikasi semua, namun saat ini, proses perencanaannya masih belum rampung.

“Saat ini tahapannya masih perencanaan, termasuk pembagian daerah prioritas. Sementara besaran bantuan beragam. Di setiap sekolah tidak sama besaran anggarannya. Karena ruang kelas yang akan dibangun berbeda-beda, ada empat ruang ada yang cuma dua ruang,” katanya, Rabu, (5/5/2021).

Bacaan Lainnya

Pembangunan yang akan menyasar ke kurang lebih 34 lembaga dan 50 paket pekerjaan. Besaran anggaran tersebut proses pencairannya bertahap, dari pengerjaan 25 persen begitu seterusnya sampai selesai. Sehingga setiap laporan proses pencarian menjadi kendala tersendiri.

Anggaran itu akan diproyeksikan peningkatan sarana prasarana (sarpras) lembaga. Misalnya pembangunan toilet sekolah, perpustakaan, TIK, ruang laboratorium komputer, unit kesehatan sekolah (UKS).

“Akan segera dipercepat prosesnya, agar segera bisa melakukan pelelangan, biar lebih cepat selesai dan sesuai target nanti” paparnya.

Dia menjelaskan, pada tahun sebelumnya lembaga sekolah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi sebanyak 117 lembaga. Tahun 2020 sebanyak 43 sekolah yang menyebar di semua kecamatan. Untuk diketahui, jumlah SD di Kabupaten Sumenep sebanyak 656. Rinciannya, untuk negeri 579 sekolah dan swasta sebanyak 77 sekolah.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samiuddin menegaskan, progres pekerjaan pembangunan harus segera dituntaskan tahapannya. Pihaknya tidak ingin ada istilahnya kejar tayang namun kualitas terabaikan.”Nanti juga harus menuntaskan laporan, itu agak ribut prosedurnya, maka harus dikawal dengan ketat,” ungkap dia. (ara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *