oleh

Disdik Tahan Bantuan Guru Ngaji Rp6 M

KABARMADURA.ID, Sampang -Realisasi tunjangan guru ngaji di Kabupaten Sampang tak kunjung ada kejelasan. Kendati sudah memasuki triwulan IV Dinas Pendidikan (Disdik) setempat tak kunjung menyalurkan bantuan berupa honor untuk ribuan guru ngaji tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nur Alam mengatakan, anggaran untuk honor guru ngaji terdampak refocusing, maka untuk penyalurannya masih menunggu perubahan anggaran kegiatan (PAK) selesai. Untuk jumlah penerimanya tercatat sebanyak 6.000 orang yang tersebar di 14 kecamatan.

Adapun nominal bantuan honor guru ngaji itu Rp1 juta, honor tersebut nantinya langsung dicairkan melalui rekening masing-masing penerima. Pihaknya berjanji sebelum tutup tahun anggaran bantuan sosial itu sudah tersalurkan kepada yang berhak.

“Iya, honor guru ngaji belum terealisasi, karena masih nunggu PAK selesai, tapi kemungkinan pada pertengahan bulan Oktober – November ini sudah tersalurkan kepada penerima,” ujar Nur Alam kepada Kabar Madura, Kamis (1/10/2020).

Disinggung terkait persyaratan untuk mendapatkan bansos guru ngaji itu, Nur Alam membeberkan, setiap guru ngaji harus memiliki murid minimal 25 anak, berdomisili di wilayah Sampang yang dapat dibuktikan melalui e-KTP dan lain sebagainya untuk diajukan ke Disdik setempat, semua berkas pendaftar harus diverifikasi terkait kelayakan masing-masing calon penerima.

“Kita targetkan semua guru ngaji ini dapat tercover bansos. Saat ini, masih terus kita lakukan penyisiran di berbagai kecamatan,” bebernya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh Iqbal Fatoni menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan pihak disdik, diketahui masih ada persoalan data penerima bansos yang belum tuntas, karena masih ada perubahan penerima, sehingga bantuan itu tidak kunjung disalurkan.

Politisi muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, mengaku sudah sering menanyakan terkait hal bansos tersebut. Untuk itu, jikalau memang data sudah final, pihaknya mendesak bansos tersebut agar segera disalurkan, karena memang para guru ngaji di wilayah itu sangat terdampak adanya wabah Covid-19 tersebut. Bahkan bansos itu hanya harapan satu-satunya bagi para guru ngaji di daerah, maka wajib untuk segera disalurkan.

“Jika data penerimanya sudah fik, tidak ada alasan bagi disdik untuk tidak segera menyalurkan bansos ini, jangan ditahan lagi, cepat disalurkan kepada yang berhak,” desaknya. (sub/mam)

Komentar

News Feed