Disdikbud Bebaskan PTM 100 Persen dengan Jam Belajar yang Terbatas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) DIIZINKAN: Disdikbud Pamekasan perbolehkan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) tanpa pembatasan jumlah siswa.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Status pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3  di Pamekasan berpengaruh pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Saat ini, setia sekolah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) tanpa pembatasan jumlah kehadiran siswa. Sebelumnya, pada tanggal 18 Agustus 2021, PTM hanya dibatasi 50 persen kehadiran siswa.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini, kebebasan dari penyelenggaraan 100 persen berasal dari hasil rapat evaluasi dengan pengawas sekolah dari setiap kecamatan, namun yang dibatasi hanya jam pelajarannya yang biasanya sebelum Covid-19 masuk mulai jam 07.00 hingga jam 13.00, pada saat ini hanya diperbolehkan mulai jam 07.00 hingga jam 10.00.

Bacaan Lainnya

“Kami melakukan evaluasi melalui mekanisme jalur pengawas sekolah, pengawas sekolah di setiap kecamatan kan ada, hasilnya sampai hari ini, tidak kasus-kasus yang mengharuskan ditutup, karena sekarang ini rupanya keinginan orangtua keinginan siswa begitu tinggi, menyebabkan adanya kepatuhan yang bagus,” paparnya, Minggu (22/8/2021).

Lebih lanjut, sekolah yang ingin 100 persen masuk   harus memenuhi jarak per siswa minimal 1.5 meter dengan ruangan yang cukup memadai, sehingga sesuai dengan protokol kesehatan. Tetapi jika tidak bisa memenuhi, maka disesuaikan dengan ketersediaan ruangan untuk proses PTM, sesuai dengan kemampuan masing-masing jenjang pendidikan.

“Jadi sekarang ini pengawasannya lebih ringan karena semuanya mengawasi sekarang, terutama orangtua, Alhamdulillah orang tua dukungannya luar biasa, begitu juga teman-teman guru dalam mematuhi protokol kesehatan,” ulasnya.

Ditegaskannya, evaluasi terhadap penyelenggaraan pelaksanaan PTM terbatas sudah dilakukan secara daring pada hari Jumat dengan semua pengawas di setiap kecamatan, sehingga bisa diambil kesimpulan pelaksanaan PTM memang sangat ditunggu oleh semua lapisan masyarakat, karena lebih efektif daripada pembelajaran secara daring.

“Jadi semuanya sekarang sudah mulai saling menjaga, sudah tidak ada orang tidak percaya Covid-19,” tukasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *