Disdikbud Pamekasan Peduli Generasi Muda, Susun Modul Bahasa Madura

News5 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan telah menyusun modul ajar Bahasa Madura untuk melestarikan budaya Madura. Melalui modul ajar, bisa dengan mudah tersampaikan kepada para siswa. Sehingga kepunahan Bahasa Madura yang kental dengan budayanya bisa ditekan.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, pelestarian budaya melalui penyusunan bahan ajar Bahasa Madura menjadi penting di masa kini. Sebab, mayoritas para generasi muda sudah mulai melupakan bahasa daerah di tengah semakin maraknya predator bahasa.

“Budaya ini tidak boleh hilang, karena Bahasa Madura itu sangat mengandung nilai filosofis budaya Madura, misalnya pada tingkatan kata, orang duduk saja cukup banyak bahasanya, ada ajerekang kalau yang tidak sopan, kemudian yang lebih tidak sopan lagi markang,” ujarnya kepada Kabar Madura, Kamis (8/12/2022).

Diakuinya, modul ajar Bahasa Madura tidak terlalu banyak yang bisa dijadikan rujukan oleh siswa. Ketentuan itu, merupakan hasil musyawarah dan koordinasi dengan sejumlah guru yang memiliki skill Bahasa Madura untuk membuat sebuah modul. Kemudian disepakati membentuk modul bahan ajar Bahasa Madura dengan mengulas kebudayaan lokal Madura sebagai bahan penyusunan.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Raih 2 Penghargaan KI Award

“Kami mengambil budaya Madura untuk diulas pada modul bahan ajar Madura, seperti budaya pelet betteng, sere penang, dan toron tana, ataupun yang lainnya,” ucapnya.

Secara teknis, Kepala Bidang (Kabid)  Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Pamekasan Fatimatuz Zahra menegaskan, penyusunan modul bahan ajar  Bahasa Madura sudah dirampungkan dengan melibatkan 10 orang. Saat ini masih proses pengajuan International Standard Book Number (ISBN) untuk menuju proses cetak.

“Kami akan berupaya agar bisa mencetak secara massal bahan ajar Bahasa Madura ini. Sehingga bisa menjadi bahan referensi setiap sekolah, jadi penerbitan modul ajar Bahasa Madura tahun ini merupakan garapan kali kedua, kami memang berfikir bagaimana memanfaatkan potensi yang ada,” tegasnya. (*)

Reporter: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Totok Iswanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *