Disdikbud Pamekasan Rencanakan Relokasi Museum Mandilaras

(KM/ALI WAFA) KOLEKSI TERBATAS: Kondisi Gedung Museum Mandilaras di Monumen Arek Lancor Pamekasan cukup memprihatinkan.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Kabupaten Pamekasan memiliki Museum Mandilaras. Museum yang Monumen Arek Lancor itu, menjadi pusat penempatan benda-benda bersejarah peninggalan tokoh-tokoh Pamekasan. Namun, kondisi gedung terkesan jauh dari perhatian pemerintah setempat. Hal ini diungkapkan, Anggota komisi IV DPRD Pamekasan dari Fraksi Nasdem, Wardatus Sarifah, Senin (16/5/2022).

Menurutnya, lokasi Gedung Museum Mandilaras kurang representatif. Selain kapasitas gedung yang sangat terbatas, aksesibilitas menuju museum kurang strategis. Sehingga sangat prihatin melihat kondisi museum yang minim perhatian itu, jika dibandingkan  dengan museum lain di luar daerah.

“Di daerah-daerah lain, museum diperhatikan betul. Karena itu menjadi lambang seberapa peduli masyarakatnya terhadap pentingnya mengetahui sejarah,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dia menyarankan, agar pemkab mencari gedung lain yang lebih representatif untuk dijadikan museum. Sebab kapasitas gedung yang terbatas akan menyebabkan terbatasnya jumlah koleksi peninggalan sejarah. Padahal, Pamekasan mengandung sejarah yang amat panjang dan berharga. Oleh karena itu, memaklumi minimnya pengetahuan masyarakat terhadap sejarah Bumi Pamelingan.

“Karena museumnya tidak mendukung warga Pamekasan mengetahui sejarah Pamekasan secara komprehensif,” ucapnya.

Dia lebih setuju dicarikan gedung yang lebih strategis. Sebab untuk membangun gedung baru, akan membutuhkan biaya besar. “Misal ditempatkan di dekat perpustakaan daerah. Jadi anak muda yang baca-baca di sana, bisa sekalian mengunjungi museum. Bisa juga ditarik retribusi agar bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD),” ujar mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini mengaku, sudah berencana memindah lokasi Museum Mandilaras. Salah satu pandangannya, akan dipindah ke bekas Gedung Kantor Disparbud, di Jalan Purba. Namun tidak bisa memastikan relokasi museum itu akan direalisasikan tahun ini.

“Kami masih mengajukan surat-surat. Karena koordinasinya dengan bagian aset,” responnya.

Lebih lanjut Zaini mengungkapkan, bahkan berencana menyatukan Museum Mandilaras dengan Museum Pendidikan. Museum Pendidikan selama ini masih menumpang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bugih 3. Sehingga saat ini, pihaknya tengah melakukan penelusuran benda-benda bersejarah.

“Sejauh ini koleksi museum pendidikan cukup banyak. Tapi tambahan koleksi museum budaya masih sedikit. Kalau retribusi tidak perlu,” jelasnya.

 

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.