Disdikbud Pamekasan: Sisa Pencairan JPS Guru Tunggu Perubahan Anggaran

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BANTUAN: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan hanya bisa mengupayakan pemberian JPS guru melalui pengajuan kembali.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Penerima bantuan dari program jaring pengaman sosial (JPS) yang tidak dicairkan di tahun 2020 harus bersabar. Sebab, saat ini program tersebut tengah diupayakan untuk bisa dianggarkan pada tahun 2021 ini. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, JPS direalisasikan terhadap 8.019 guru. Hanya saja, terdapat 225 guru tidak mencairkan di tahun 2020. Sehingga, akan mengupayakan berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan tentang realisasi JPS bagi yang belum mencairkan. “Sifatnya hanya berupaya, kami tidak berjanji. Karena program JPS di tahun 2021 ini tidak akan dilanjut lagi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Akhmad Zaini menegaskan, permasalahan yang bisa menyebabkan tidak tersalurkannya JPS kepada 225 guru, akibat persyaratan yang tidak dilengkapi oleh para penerima. Sehingga, ketika para penerima yang lain mendapatkan JPS, 225 guru yang terlambat tidak bisa diproses. “Bukan karena kami, mereka sendiri syaratnya yang kurang, sepertinya itu susah, karena sekarang sudah tidak ada program itu lagi,” tegasnya.

Dijelaskannya, proses tidak terselesaikannya pembayaran tersebut sedang diajukan kepada BKD. Sehingga, jika nantinya mendapatkan alokasi anggaran bisa direalisasikan kepada guru yang belum mencairkan di tahun 2020. Anggaran akan diketahui, ketika ada penetapan perubahan peraturan bupati (Perbup) tentang APBD 2021.

“Kalau anggarannya, sifatnya kami mengajukan bisa diketahui nanti setelah perubahan perbup,” jelasnnya.

Zaini sapaan akrab dari Akhmad Zaini ini, berharap kepada para penerima bisa berdoa dan bersabar untuk sedianya mendapatkan JPS sebesar Rp600 ribu. Sebab, saat ini sedang mengupayakan yang terbaik untuk bisa memperoleh bantuan tersebut.

“Kami masih mengupayakan, belum bisa memberikan informasi yang lebih detail,” tukasnya. (rul/ito/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *