Disdikbud Pamekasan Tekankan Guru Menjadi Teladan Pendidikan Antikorupsi 

Pendidikan11 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASANDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan bertekad kuat agar pendidikan anti korupsi terus dilaksanakan di setiap jenjang pendidikan. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi platform Jaga.id dan penguatan pendidikan anti korupsi (PAK) pada jenjang sekolah dasar, di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Rabu-Kamis (19-20/10/2022). 

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menegaskan, spirit pendidikan anti korupsi di sekolah perlu didorong dengan membuat siswa menjadi pribadi yang jujur dalam setiap tindakan. Di samping itu, yang paling ditekankannya, hadir keteladanan dari sosok guru yang selama ini membersamai keseharian peserta didik. 

“Yang kami inginkan dari pendidikan anti korupsi, bisa memahami mana yang baik dan mana yang buruk; siswa bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, siswa bisa menyukai mana yang baik dan mana yang buruk, dan mencontoh perbuatan yang baik,” tegas mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan itu. 

Baca Juga :  MAN Sumenep Boyong Juara Festival Busana

Kegiatan yang melibatkan guru dan kepala sekolah (kasek) itu, diharapkan bisa menjadi penguat dalam implementasi pendidikan anti korupsi di sekolah. Sebab dalam realiasinya, pengajaran dari setiap pelajaran bisa diupayakan bermuatan pendidikan anti korupsi, artinya bisa disebut dengan hiden kurikulum. 

“Kami sudah menyiapkan buku panduan anti korupsi dengan menekankan kejujuran. Kan memang itu pendidikan awalnya; jujur itu patut dicontoh, jujur itu harus kita lakukan,” urainya. 

Zaini menjelaskan, teknis pengajaran disesuaikan dengan budaya pembelajaran yang selama ini dilakukan. Misalnya pada pembejaran Bahasa Indonesia, ada meteri tentang bagaimana bercerita yang baik, isi ceritanya ditekankan pada tindakan anti korupsi kepada siswa. 

“Pendidikan anti korupsi adalah keteladanan, keteladanan dari guru-guru kepada siswanya. Misalnya masuk sekolah, ya harus yang jujur. Kemudian kalau ada tugas, jujur dikoreksi. Kalau ada yang jujur, diberi penghargaan,” ulasnya. 

Dijelaskannya, pada aktivitas pengelolaan sekolah, selalu dipantau melalui jaga.id yang terhubung langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, sehingga bisa dipantau langsung kepada jenjang pendidikan. 

Baca Juga :  Kebijakan Seragam Nasional Bakal Memaksa Siswa Keluar Biaya Rp1,7 Juta per Orang

“Jadi bisa dipantau langsung lewat jaga.id, harapannya sukses, dan bisa berkontribusi kepada semakin meningkatnya kualitas pendidikan di Pamekasan,” ujarnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Hairul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *