Disdikbud Pamekasan: Yang Berhak Menafsiri Pancasila adalah Pemerintah

  • Whatsapp
Akhmad Zaini, Kepala Disdikbud Pamekasan. (Foto: Hairul Anam)

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menegaskan, penting kiranya semua pihak serius dalam memassifkan pendidikan pancasila sejak dini.

Pria yang pernah dinobatkan sebagai Guru Terbaik Nasional itu menambahkan, mengenal Pancasila sangat penting. Ia harus dihafal.

Bacaan Lainnya

“Harus mengenal juga tafsirnya. Dulu ada butir-butir Pancasila,” tegasnya.

Timbulnya ketidakcintaan kepada Pancasila, ungkapnya, kadang-kadang karena tidak memahami tafsir Pancasila. Tafsir yang dimaksud ialah tafsir yang benar. Bukan tafsir yang keliru.

Tafsir yang benar berasal dari sumber yang berhak menafsirkan. Sebagaimana tafsir-tafsir dalam keagamaan, mesti yang berhak melakukannya adalah mufassir.

“Yang berhak membuat tafsir Pancasila adalah pemerintah. Jangan semua orang menafsirkannya. Tafsir versi pemerintah lah yang wajib menjadi pedoman,” ujarnya.

Adapun implementasinya di kalangan siswa, tergantung pada jenjangnya. Pada jenjang TK, bisa dimulai dari tahu dulu tentang Pancasila. Selanjutnya, anak TK bisa membedakan mana Pancasila dan mana yang tidak termasuk Pancasila. Caranya dengan menghafalkan Pancasila. Berikutnya, diharapkan mencintai.

“Di jenjang TK, harus ditanamkan rasa cinta terhadap Pancasila. Di samping itu, ditanamkan untuk bisa membedakan mana yang termasuk nilai Pancasila dan mana yang tidak termasuk nilai Pancasila,” terangnya.

Selanjutnya, anak-anak TK diharapkan dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sebagai pribadi, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan bernegara.

“Yang terpenting di jenjang TK itu ialah rasa cinta dulu, rasa memiliki terhadap dasar negara Pancasila,” tegasnya.

Pada jenjang SD dan seterusnya, ujar Zaini, rasa cinta harus tetap dimiliki oleh siswa. Sebab, dengan rasa cinta akan muncul rasa memiliki. Dengan rasa cinta itu, mereka akan mempertahankan Pancasila beserta nilai-nilainya. Dengan rasa cinta, dapat menyemaikan rasa untuk mengamalkannya.

“Rasa cinta di masa TK harus ditingkatkan lagi pada jenjang SD, SLTP, dan seterusnya,” paparnya.

Rasa cinta di TK, terangnya, berbeda dengan saat di SD dan seterusnya. Di SD dan seterusnya, rasa cinta sudah pada bentuk bagaimana dia mencintai, memiliki, mempertahankan, kemudian mengamalkannya.

Nilai-nilai Pancasila yang terkandung, Zaini mengimbau semua pihak bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ada juga yang perlu ditanamkan di kalangan siswa mulai kecil tentang bahwa Pancasila itu tidak memiliki benturan dengan agama. Ini yang harus ditanamkan sejak dini. Sebagian menganggap Pancasila ini berbenturan dengan nilai-nilai agama,” ungkapnya. (nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *