Disediakan Kemenkes, Pemkab Pamekasan Tidak Ikut Belanja Barang Medis Covid-19 Sekali Pakai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ AI WAFA) TANPA ANGGARAN: Pemkab Pamekasan tidak menganggarkan dana pengadaan alkes khusus penanganan Covid-19 di tahun 2021.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Penanganan wabah Covid-19 menguras anggaran besar di bidang kesehatan, terutama untuk pengadaan alat kesehatan (alkes). Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak menganggarkannya di tahun 2021 ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan hanya memiliki anggaran rutin untuk pengadaan bahan medis habis pakai (BMHP) dan obat-obatan pada tahun 2021 sebesar Rp2.109.023.202.

Bacaan Lainnya

Namun, kata Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Pamekasan Hidayat,  anggaran tersebut bukan khusus penanganan wabah Covid-19. BMHP dan obat yang disuplai ke puskesmas itu, anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBD.

Sedangkan kebutuhan BMHP khusus penanganan wabah Covid-19, disuplai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Termasuk pengadaan alat tes rapid antibody dan antigen serta swab polymerase chain reaction (PCR) untuk puskesmas, semuanya disuplai dari Pemprov Jatim dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Alkes merupakan sarana kesehatan yang penggunaannya dapat dilakukan berulang-ulang, sementara BMHP merupakan sarana kesehatan yang hanya digunakan dengan sekali pemakaian.

“Hanya pengadaan rutin untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau seperti masker dan APD dari provinsi,” ungkap Hidayat menjelaskan BMHP dan obat-obatan yang anggarannya ditangani Dinkes Pamekasan.

Kebutuhan BMHP untuk penanganan wabah Covid-19 juga sudah terpenuhi pada pengadaan alkes di tahun 2020 lalu.

Menurut anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi, anggaran pengadaan alkes pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp114.200.000. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *