Dishub Akui Parkir Tak Terkontrol

  • Whatsapp
TAK TERKONTROL: Sejumlah titik parkir yang ada di Bangkalan terlihat tanpa kontrol dinas perhubungan setempat.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Menyikapi adanya protes dari masyarakat Bangkalan, mengenai tarif parkir yang ada di sejumlah titik yang terkesan tidak sesuai dengan aturan. Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan mengakui masih banyak juru parkir yang melanggar aturan dan tidak terkontrol.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Bangkalan M. Arifin mengatakan, selama satu bulan setengah dirinya menggantikan kepala Dishub yang lama, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya penertiban, baik kepada parkir liar atau juru parkir yang meminta retribusi tidak sesuai dengan ketentuan.

Ketentuan retribusi sendiri, kata Arifin (sapaan akrabnya), sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2010 tentang penataan parkir, telah memberikan ketentuan tentang tarif parkir sepeda motor sebesar Rp1.000, mobil Rp1.500, dan Rp2.000 untuk bus dan truk.

“Mengenai retribusi yang diminta oleh juru parkir, nanti akan kita kroscek kembali. Namun, sedangkan untuk retribusi parkir yang ada di Stadion tersebut memang khusus,” katanya, Senin (30/9).

Dirinya menjelaskan, untuk retribusi retribusi khusus di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), mengacu pada Perda Nomor 10 Tahun 2010. Dimana ada kenaikan tarif per-enam jam, sehingga tarif parkir berbeda dengan tarif parkir di jalan secara umum.

“Jadi memang di stadion itu tarifnya Rp2.000,” tuturnya.

Sementara itu, Arifin mengungkapkan, ada sekitar 130 titik parkir yang ada di Kabupaten Bangkalan. Namun, dari 130 titik tersebut, tidak semuanya dikelola oleh Dishub Bangkalan. Hal tersebut berdasarkan hasil kajian terhadap retribusi dan pajak parkir bangkalan.

Akhirnya diputuskan, hanya ada 68 titik lahan parkir yang dikelola oleh Dishub Bangkalan. Sedangkan sisanya, yakni 62 telah dilimpahkan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan.

“Yang membedakan parkir dikelola oleh Dishub dan Bapenda ini adalah daerahnya. Kalau kita hanya mengelola parkir yang memakan ruas jalan dan tempat hiburan. Untuk parkir yang dikelola oleh Bapenda, yakni parkir yang ada di pertokoan seperti indomart dan alfamart,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Bangkalan Mohhasbullah mengungkapkan, pihaknya telah melakukan korelasi dengan pihak juru parkir. Dirinya menyebut, sudah melakukan upaya pemantauan dan operasi kembali dengan objek parkir baik yg berijin dan belum.

“Kita seminggu 2 kali untuk melakukan operasi ini. Bahkan mengenai korelasi juru parkir, telah dilakukan upaya-upaya pemantauan kembali atau operasi dalam waktu tersebut. Namun, ketika kita melakukan pemantauan dan operasi mereka tertib, besoknya kembali lagi,” dalihnya.

Lelaki yang kerap disapa Mohhas ini menuturkan, akan melakukan tindakan berupa pembinaan dan sosialisasi terhadap juru parkir yang melanggar aturan daerah dalam penarikan tarif parkir.

“Kita lakukan tindakan tegas bisa berupa cabut izin parkirnya untuk pengelola, sedangkan pelaku juru parkirnya bisa kita laporkan ke polres,” tukasnya. (ina/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *