Dishub Kabupaten Sumenep Pesimis PAD Uji Kir Capai Target, Meski Sudah Diturunkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BERLAKUKAN DENDA : Target uji KIR diturunkan sebesar Rp200 juta, bukan jaminan mencapai target pendapatan asli daerah (PAD).

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Target retribusi pendapatan asli daerah (PAD), di unit pelaksana teknis (UPT), pengujian kendaraan bermotor (PKB) diturunkan. Dari target tahun sebelumnya, Rp775 juta, tahun ini menjadi Rp500 juta. Meski penurunan target PAD sekitar Rp200 juta lebih, masih pesimis mencapai target. Hal tersebut diakui, Kepala UPT PKB Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Novel, Minggu (29/11/2020).

Menurut dia, pesimisnya capaian tersebut, lantaran aktivitas uji KIR menjelang akhir tahun mulai terlaksana. Hanya saja, belum mencapai target. Sedangkan pemasukan saat ini, per triwulan terakhir mencapai Rp400 juta. Pihaknya tidak bisa memaksa, atau menekan kendaraan yang memang tidak ada niatan untuk melakukan uji KIR. Sebab tidak ada sanksi kecuali denda bagi pelanggar.

Bacaan Lainnya

“Kalau PAD kendaraan itu, tidak diturunkan sulit mencapai target, diturunkannya saat ini, masih belum tercapai. Insyaallah mencapai, karena disesuaikan dengan jumlah kendaraan, sekarang kendaraan sudah hampir uji KIR semua sekitar 3.800 kendaraan, untuk sanksi, tugasnya polantas,” ujarnya.

Meskipun jumlahnya terkesan kurang, yang menjadi penunjang denda kendaraan yang telat. Hanya saja, jumlah denda tersebut masih belum bisa dijadikan panutan. “Ada sebagian kendaraan yang telat bayar KIR, biasanya kami kenakan denda, tapi itu tidak bisa dijadikan panutan untuk memenuhi capaian target PAD,” ucapnya.

Srmentara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi, mendesak pemerintah menyikapi banyaknya kendaraan yang belum melakukan uji kelayakan. Sebab, kondisi tersebut bisa menjadi pemicu kecelakaan, termasuk melemahnya sumbangan PAD. “Kami berharap, pemkab terus menekan angka kendaraan yang belum melakukan uji KIR, agar segera melaksanakannya,” responnya. (ara/ito)

.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *