oleh

Dishub Kabupaten Sumenep Wacanakan Jalur Khusus MPU Pedesaan

KABARMADURA.ID, Sumenep – Maraknya kendaraan pelat nomor hitam menghambat trayek angkutan umum khusus pedesaan. Sekitar 50 kendaraan pelat hitam yang berkeliaran di wilayah Kabupaten  Sumenep. Akibatnya, jumlah penumpang untuk angkutan umum sangat sedikit. Sedangkan peran pemerintah tidak mampu mengantisipasi beroperasinya kendaraan pelat hitam.

Kepala seksi (Kasi) Angkutan Dalam Trayek Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Farid Cahyadi mengatakan, nantinya trayek angkutan umum akan ada pelebaran jalur. Sehingga, pelat hitam bakal tersaingi.  Sesuai rencana akan ada sebanyak 10 jalur kendaraan pelat kuning (Selengkapnya di Grafik)

“Sangat sulit mengantisipasi angkutan kendaraan pelat hitam,” katanya, Selasa (13/10/2020)

Dia mengakui, banyak angkutan umum yang memakai pelat hitam, semestinya angkutan umum harus berpelat Kuning. Tahun sebelumnya mobil penumpang umum (MPU) terdapat sekitar 40 kendaraan. “Kami akan berusaha untuk bagaimana pelat hitam dapat dirubah menjadi pelat kuning,” ujarnya.

Dia menegaskan maraknya MPU pelat hitam pada dasarnya sudah melakukan operasi gabungan setiap 2-3 bulan. Namun hingga saat ini yang teratasi atau yang merubah ke pelat kuning kurang lebih 10 MPU yakni, dari bulan Januari hingga Oktober tahun 2020. “Sosialisasi akan terus digenjot,” ujar dia.

Menurutnya, Dishub terus berupaya untuk menjalankan aturan yang berlaku. Sebab, itu merupakan langkah awal untuk penertiban berlalu lintas. Dengan begitu aturan ditegakkan tanpa ada kendala entah di tilang dan lain sebagainya. “Kita kerjasama juga bersama pihak kepolisian,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Moh. Toyyib mengutarakan, akibat tidak adanya penumpang pada angkutan umum akhirnya lesu serta enggan masuk terminal. Bahkan keberadaan terminal terbengkalai alias tidak dipakai hingga beralih fungsi

Selain itu, banyaknya angkutan pelat hitam yang mengganggu persoalan angkutan umum. Kedepan akan lebih serius untuk menanggulangi masalah tersebut. Dirinya mengaku bakal meningkatkan kinerja angkutan umum. Sehingga, orang bisa merasa enak di angkutan umum. “Saya akan mencari solusi dan referensi- referensi dan saat ini mulai direncanakan” tuturnya.

Bahkan, jika memungkinkan sesuai rencana induk lalu lintas angkutan jalan yang saat ini bakal diproses angkutan umum tersebut akan dibuatkan jalur baru. Dengan demikian, nantinya bakal dapat penumpang yang lebih banyak. “Hal itu juga akan dijadikan solusi agar lebih efektif. karena saat ini angkutan umum mulai sepi penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman menilai kurang menariknya masyarakat akibatnya sebagian besar masyarakat beralih ke kendaraan pribadi. Salah satu indikasinya, tidak ada perbaikan ketika ada kerusakan. Seperti, angkutan yang sudah berkarat tidak di perbaiki.

” Lalu, angkutan umum yang panas membuat orang malas untuk naik angkutan umum. Jadi, mobil pelat kuning juga harus ada perbaikan juga. Kemudian minimnya sosialisasi serta tindakan terhadap MPU pelat hitam lemah, harus ada tindakan preventif terhadap MPU yg melanggar aturan plat nomor,” responnya. (imd/ito)

 

Rencana Jaringan Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Sumenep

* Sumenep_Lenteng_Ganding-Guluk-guluk_Parenduen (S)

*Sumenep_Lenteng_Ganding (V)

*Sumenep_Kalianget (O)

*Sumenep_Rubaru_Ambunten (R1)

*Sumenep_Manding_Dasuk_Ambunten Pasongsongan.(R2)

*Sumenep_Gapura_Batang-Batang. (P1)

*Sumenep_Batu Putih (P2)

*Sumenep_Gapura_Dungkek(P3)

*Sumenep_Sarongi_Tanjung (Q1)

*Sumenep_Saronggi_Aengbaja_Moncek (Q2)

-Huruf dalam kurung merupakan Kode trayek

-SUMBER : Dishub Kabupaten Sumenep

Komentar

News Feed