oleh

Dishub Mulai Godok Harga Lahan Perluasan Bandara Trunojoyo Sumenep

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mencurigai ada yang tidak beres dengan rencana perluasan Bandara Trunojoyo Sumenep. Sebabm hingga 2021 belum terlaksana. Padahal pihaknya sudah mewanti-wanti untuk segera mempercepat perluasan lahan tersebut. Ramzi memberi tempo hingga akhir Maret 2021. Jika tidak dilaksanakan, akan dipanggil.

“Ini pasti ada yang tidak serius dalam menjalankan program, kami akan terus desak untuk segera dilakukan,” katanya, Rabu (24/3/2021).

Saat ini, rancana itu dianggarkan senilai Rp5 miliar. Anggaran tersebut hanya cukup untuk lahan di bawah 5 hektare.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, penentuan lokasi (penlok) akan dipasrahkan langsung pada bupati bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep. Proses perluasan lahan masih menunggu tim appraiser atau yang mengestimasi harga per hektarnya.

“Insyallah akhir Maret atau awal bulan April 2022 sudah dilakukan,” ucap dia.

Pada 2020 lalu, perluasan lahan sempat dianggarkan senilai Rp24 miliar, namun dipangkas menjadi Rp6 miliar karena adanya wabah Covid-19. Di tahun 2021 ini, kembali dianggarkan menjadi Rp5 miliar.

Lahan Bandara Trunojoyo dibutuhkan luas 33 hektare, saat ini masih sisa 10 hektare. Jika berkaca pada tahun 2020, kata Dadang, harga tanah dalam setiap hektarenya berbeda. Ada yang Rp240 juta, Rp250 juta, dan Rp275 juta, disesuaikan dengan kondisi dan letak tanah. Lahan itu akan digunakan untuk hanggar pesawat dan akses jalan dari terminal menuju bandara.

Dadang mengakui, sampai saat ini belum mensosialisasikan ke pemilik lahan, namun akan dilakukan dalam waktu dekat. Dadang juga berjanji memfasilitasi pemilik lahan untuk pembuatan rekening pembayaran ganti rugi. Karena pembayarannya akan langsung masuk ke rekeningnya sesuai dengan luasannya.

“Setelah ada appraiser nanti akan kami lakukan konsultasi publik dengan pemilik lahan,” pungkas Dadang. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed