oleh

Dishub Pamekasan Belum Bisa Memastikan Pengalihan Jalur Kendaraan Besar

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Pengalihan jalur kendaraan bermuatan berat yang diharapkan warga Desa Betet, belum dapat dipastikan terlaksana. Pasalnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Ajib Abdullah mengaku belum bisa melakukan langkah apapun, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, masih memerlukan kajian lebih lanjut, terkait pengalihan jalur tersebut. Pihaknya mengaku, perlu menganalisa segala dampak yang akan terjadi bila jalur muatan berat dialihkan dari Jalan Nyalabu ke Teja.

“Kami harus menganalisa semua dampak yang akan terjadi,” ujarnya.

Selain perlu melibatkan banyak pihak dalam pembahasannya, dia mengatakan, beban biaya transportasi yang akan dikeluarkan oleh para pengusaha juga menjadi pertimbangan. Sebab, jika jalur muatan berat dipindah ke jalan Desa Talangoh, jarak tempuh akan lebih jauh.

Tidak hanya biaya, kenyamanan bagi setiap pengendara kendaraan besar juga menjadi pertimbangan. Termasuk diantaranya, kenyamanan warga Desa Betet terhadap lalu lalang kendaraan besar jika masih melintas di jalur tersebut.

“Kalau ke Talangoh mahal, cost yang akan dikeluarkan pengusaha akan bertambah, kenyamanan akan berkurang,” tukasnya.

Meski demikian, dia mengaku memahami bahwa di jalur tersebut terdapat Pondok Pesantren dengan ribuan santri, perguruan tinggi dengan ribuan Mahasiswa dan sejumlah lembaga pendidikan dengan ribuan siswa dan murid.

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Imam Khosairi mengatakan, pengalihan jalur angkutan berat di daerah Betet, bukan hal yang sulit. Bahkan baginya, tidak ada yang tidak mungkin.

Pihaknya berjanji, akan menampung aspirasi masyarakat Desa Betet dan akan membicarakan lebih lanjut bersama Dishub dan sejumlah pihak. Dia berharap, semua pihak bisa saling memahami atas kebijakan nantinya.

“karena ini juga demi kepentingan umum,” tukasnya. (ali/ito)

Komentar

News Feed