Dishub Sebut Minim Fasilitas dan Jumlah Petugas Penguji KIR tidak Ideal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TIDAK IDEAL: Keberadaan petugas penguji kendaraan bermotor (KIR) masih jauh dari kategori ideal.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Belum optimalnya pelayanan uji kendaraan bermotor (KIR) dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya, minimnya fasilitas, dan jumlah petugas KIR yang jauh dari kategori mumpuni. Hal ini diungkapkan, Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Novel, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya, keberadaan penguji yang mempunyai labelisasi, atau sudah lulus kompetensi, masih jauh dari kategori memenuhi syarat. Bahkan, jauh dari target yang dibutuhkan. “Ya masih jauh dari kategori ideal, karena ada pelatihan atau ujiannya juga, kalau sekarang itu hanya dua, saya sendiri dan satu petugas lagi yang biasa bertugas di sini,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, keberadaan penguji berjumlah sekitar delapan orang. Tentunya, sudah mengikuti pelatihan atau mempunyai sertifikat. Namun, meski jauh dari ideal untuk pelayanan masih dinilai mampu. Apalagi, di kabupaten paling timur Pulau Madura ini, jumlah kendaraan yang harus diuji hanya sekitar 3 ribuan.

“Meski terbilang mampu, tapi merepotkan karena hanya dua orang yang melayani. Sebenarnya tahun ini, ada yang sudah lulus melalui seleksi CPNS. Tapi, sekarang tidak bisa menggelar pelatihan, padahal kemarin sempat ada untuk mendapatkan sertifikat, tapi karena Covid-19 diundur ke tahun depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Suwandi salah satu pengendara yang kebetulan melakukan uji KIR mengaku, proses pelaksanaan uji KIR tidak langsung dilayani. Melainkan, harus menunggu antrian.  “Memang kan sudah biasa, untuk mengurus apapun harus mengantri dulu, hampir di setiap layanan, tidak hanya di sini,” responnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *