Dishub Tidak Memprogramkan Pelampung untuk Transportasi Laut

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) BUTUH PERHATIAN: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, tidak menyediakan bantuan keselamatan bagi para nelayan, seperti pelampung khusus.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Cuaca buruk di perairan Kabupaten Sampang, mengharuskan para nelayan menantang bahaya. Terutama, bagi mereka  yang hanya mengais rejeki di perairan. Seperti, perahu pengangkut penumpang bagi warga pesisir di Kepulauan Gili Mandangin. Hal ini diakui, Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Iwan Heri Susanto, Minggu (14/02/2021).

Menurutnya, kondisi perairan tidak memungkinkan bagi para nelayan untuk beroperasi. Sebab, cuaca angin sangat kencang dan mengakibatkan terjadinya goncangan ombak. Nelayan yang tetap beroperasi dikarenakan terpaksa. Sebab, bagi warga pesisir penghasilannya hanya dari laut. Sehingga, mereka terpaksa harus menentang bahayanya ombak.

Bacaan Lainnya

“Memang benar, kondisi laut sekarang sangat tidak baik. Tapi, ada nelayan yang nekat beroperasi, meski sudah tahu kondisi angin dan ombaknya cukup membahayakan,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, tidak menyediakan bantuan untuk menjaga keselamatan para nelayan dan penumpang yang hendak bepergian dari Kepulauan Mandangin ke daerah daratan. Sebab, perahu yang dijadikan sebagai alat transportasi milik perorangan. Sehingga, semua fasilitas seperti pelampung bagi para nelayan dan penumpang merupakan tanggung jawab pemilik perahu.

“Secara aturan, perahu yang besar memang harus ada fasilitas pelampung. Namun, untuk perahu kecil saya tidak tahu. Karena memang belum ada bantuan. Kalau mengenai jumlahnya di Pelabuhan Tanglok, Jalan Permata ada sebanyak 20 perahu milik nelayan,” tegasnya.

Sementara itu, Sulaiman warga Kecamatan Sampang berharap, ada bantuan  dari pemerintah. Sebab, dengan kondisi cuaca buruk sangat membahayakan keselamatan para nelayan. Sebab, perairan merupakan penentu untuk memperoleh penghasilan bagi para nelayan. Jika kondisinya tidak stabil, banyak nelayan yang memilih berhenti sementara.

“Takut yang mau melaut, karena kondisi cuacanya sangat buruk, kadang kami beroperasi tapi tidak maksimal,” keluhnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *