oleh

Disidak, RSUD Sampang Dua Tahun Pelihara Alat Rusak

Kabarmadura.id/Sampang-Lantaran seringnya menerima aduan dari masyarakat tentang buruknya layanan RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Komisi IV mendatangi satu-satunya rumah sakit milik Pemetintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tesebut, Senin (17/2/2020).

Selain karena buruknya pelayanan, inspeksi itu juga dalam rangka memastikan ketersediaan fasilitas yang selama ini juga banyak dikeluhkan masyarakat.

Rombongan legislator di komisi yang membidangi kesehatan itu, tiba di RSUD dr. Mohammad Zyn sekitar pukul 10.30 siang. Saat itu, kondisi rumah sakit tersebut sangat ramai dengan pasien, dan bertepan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) dr. Mohammad Zyn ke-44

Sehingga, hadiah ulang tahun berupa inspeksi mendadak (sidak) itu, tidak begitu disadari manajemen rumah sakit. Begitu tiba, rombongan sidak itu langsung menuju ruang Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn, Titin Hamidah.

Kedatangan tanpa pemberitahuan itu sempat membuat Titin Hamidah terkejut, apalagi bertepatan di perayaan HUT. Di ruang direktur tersebut, anggota Komisi IV sempat banyak mengklarifikasi aduan masyarakat yang telah diterimanya.

Setelah itu, rombongan sidak memeriksa sejumlah ruangan,  salah satunya adalah ruang bedah. Di ruangan itu, berhasil ditemukan sebuah alat bedah canggih bernama laparoskopi yang tidak berfungsi selama 2 tahun.

“Untuk dapat mengfungsikan itu harus mengirim 3 dokter untuk mengikuti pelatihan, namun dari dulu pihak rumah sakit tidak melakukan hal itu,” katanya legislator yang biasa disapa Fafan tersebut.

Saat berkeliling ruangan, para wakil rakyat itu juga menerima laporan dari maayarakat terkait adanya calo pelayanan di rumah sakit. Dikatakan, untuk mendapatkan pelayanan yang mudah dan tidak usah menunggu lama, harua melalui calo dengan tarif  Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.

Masalah-masalah tersebut kemudian diklarifikasi kepada Titin Hamidah. Saat klarifikasi di luar ruangan tersebut, suara Fafan sempat meninggi. Sebab saat di ruangan radiologi, terjadi ketidakselarasan penyampaian antara direktur dan karyawan tentang alat yang rusak.

Dari keterangan Titin Hamidah, alat cetak yang rusak itu baru sepekan lalu dan sudah diperbaiki. Namun berbeda dengan keterangan salah satu petugas, dikatakan, kerusakan itu sudah berlangsung sejak 27 Januari lalu.

Dengan begitu, Fafan menyimpulkan, alat tersebut sudah tiga pekan tidak bisa digunakan. Apalagi, kerusakan alat percetakan radiologi tersebut, membuat pasien tidak bisa dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

“Jika hasil fotonya lewat HP katanya bisa dicetak radiologi, namun ketika ditanya saat mau dirujuk ke rumah sakit Surabaya, pihaknya tidak bisa menjawab,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga menanyakan terkait perawat yang jarang masuk, termasuk adanya jadwal kerja dokter dengan sistem shift pada hari Jumat, sehingga pelayanan tidak maksimal. Hal itu semakin membuat pria yang biasa disapa Fafan  itu semakin marah. Selain itu, ada juga aduan tentang perawat yang jarang masuk, namun dibiarkan.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Titin Hamidah mengklaim tidak ada masalah dengan ruang radiologi, karena fasilitas tersebut sudah berfungsi sesuai funsginya. Namun dia berterima kasih dengan Komisi IV yang sudah mengawas RSUD dr. Mohammad Zyn.

“Itu bukan tidak berfungsi, cuma ada trobel sedikit, kan biasa mesin, dan sekarang sudah bisa digunakan, bahkan tidak mengganggu pelayanan,” akunya.

Sedangkan terkiat petugas medis yang jarang ngantor, dikatakan, semuanya ada pengawasan yang berjenjang. Namun pihaknya memastikan akan menindaklanjuti segala temuan, karena baginya, semuanya tidak ada yang sempurna. (mal/waw)

Komentar

News Feed