Disidik Sumenep: Penyempurnaan Sekolah Penggerak Butuh 3 Tahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN)  BUTUH EVALUASI: Program sekolah penggerak tidak mudah ditularkan ke sekolah lain.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Meski sudah final 53 lembaga pendidikan menjadi sekolah penggerak, nampaknya masih banyak yang harus dilakukan evaluasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep masih butuh 3 tahun untuk menyempurnakan sekolah penggerak di Kota Keris ini.

Plt Kepala Disdik Sumenep Muhamad Iksan mengutarakan, tahapan pengembangan sekolah penggerak, beberapa guru telah diikutkan diklat, program pemerintah pusat itu masih belum terlaksana secara maksimal.

Bacaan Lainnya

“Kami memang diberi waktu 3 tahun untuk membenahi, memang secara teknis masih terus mengevaluasi, karena memang sekolah penggerak salah satu titik tekannya adalah mahir menggunakan teknologi,” kata Iksan.

Sekolah yang memenuhi persyaratan itu sudah dinyatakan final menjadi pelopor sekolah penggerak. Setelahnya akan banyak kegiatan dan pekerjaan yang menunggu dan harus dikerjakan. Salah satunya menularkan mulai dari internal sekolah dan sekolah sekitar.

Apalagi, lanjut dia, pelatihan atau diklat guru masih bertahap. Saat ini memasuki tahapan keempat. Jadi masih membutuhkan waktu untuk menjadi sekolah penggerak.

“Tidak ada istilah tiap tahun ditargetkan sekian sekolah, tetapi dalam rentang waktu tiga tahun seluruh sekolah di Sumenep harus menjadi sekolah penggerak, wajib itu,” imbuh dia.

Dari jumlah 53 lembaga tersebut, menurutnya merata antara negeri dan swasta. Bahkan ada sekolah luar biasa (SLB). Rinciannya, 8 TK, 29 sekolah dasar (SD), dan 18 SMP yang lolos seleksi sebagai pelaksana program sekolah penggerak.

“Harapan pemerintah dalam pelaksanaan program sekolah penggerak ini adalah meningkatkan prestasi belajar siswa dan meningkatnya mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep,” papar dia. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *