Diskan Bangkalan bakal Tarik Retribusi Usaha Tambak Udang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SEPI: Pemuda saat berada di dekat tambak udang sekitar Jalan Raya Kamal Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, KAMAL – Usaha tambak udang vaname masih menjadi pembahasan sejumlah kalangan. Pasalnya, keberadaan usaha tambak udang tersebut kian hari tumbuh subur. Bahkan terus bermunculan pengusaha baru. Sementara sampai saat ini usaha tambak udang vaname tersebut belum memberikan kontribusi terhadap daerah.

Kepala Diskan Bangkalan Mohammad Zaini mengutarakan, jika pihaknya berencana akan melakukan penarikan retribusi pada petambak udang vaname. Sebab, penghasilan petambak udang vaname cukup besar. Bahkan sudah memasuki ekspor keluar negeri.

Bacaan Lainnya

”Kami memang akan fokus pada investor petambak udang ini, dengan harapan bisa mengambil retribusi untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” Jelasnya.

Zaini mengakui bahwa selama ini banyak investor petambak udang yang tidak taat administrasi. Banyak yang hanya membuka lahan tambak tanpa izin dari pemkab. Sehingga dinilai merugikan pemerintah daerah. Setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) baru mereka mengurus izin. ”Kami ingin tahun ini mereka semua tertib administrasi, maka dari itu saya menggandeng beberapa OPD lainnya untuk bergerak bersama,” sebut Zaini.

Sepanjang tahun 2021, pihaknya masih akan fokus mensosialisasikan rencana penarikan retribusi. Sehingga di tahun 2022 sudah bisa masuk menjadi sumber PAD. Mengenai tarif retribusi, Zaini mengaku masih merapatkan formulasinya. Sementara direncanakan ditarik Rp 20 ribu untuk satu kuintal udang vaname. ”Kami masih akan bicarakan, agar tidak memberatkan, tapi tetap ideal menunjang peningkatan PAD,” ulasnya.

Salah satu petambak udang di Kecamatan Klampis H Muharrom mengaku bersedia jika akan dimintai retribusi oleh pemerintah daerah. Asalkan sesuai dengan kesepakatan dan tidak memberatkan para pengusaha tambak. ”Kalau memang akan ditarik retribusi. Kami siap, tapi jangan terlalu banyak, karena kami juga pengusaha,” papanya.

Kata lelaki 32 tahun itu, pengusaha udang vaname juga bergantung musiman dan permintaan konsumen. Selain itu kualitas udang juga menentukan harga. Dirinya biasanya dapat menjual satu kilo udang vaname dengan harga Rp80 ribu. Tapi dengan kualitas bagus, sedang yang biasa harga dikisaran Rp50 sampai Rp60 ribu saja.

”Modal kami juga cukup besar. Sehingga jika nanti ini juga diharapkan menjadi dasar pengambilan dan penentuan retribusinya,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *