Diskan Pamekasan Tidak Punya Solusi Atasi Turunnya Harga Garam

News195 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Capaian produksi garam di Pamekasan mencapai 21 ribu ton per akhir Agustus lalu. Rata-rata produksi garam itu dikirim ke pabrikan untuk dijual oleh masing-masing petambak atau petani garam. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan Luthfie Asy’ari, Selasa (19/9/2023). Menurutnya, capaian produksi garam tahun ini sempat mengalami penurunan pada Mei lalu, yakni hanya berkisar 34,5 ton. Diakuinya, saat itu harga garam melonjak tinggi, karena ketersediaan garam terbatas.

“Rata-rata langsung dijual. Untuk target kami tidak berhak mematok sekian ton. Karena itu wewenang dari pusat. Tapi kami juga mendata capaian produksinya itu sudah berapa ton,” terangnya kepada Kabar Madura.

Baca Juga:  Enam Desa di Pamekasan Disiapkan Terima Bantuan Budi Daya Lele 2026

Kemudian, Lutfi mengungkapkan, selama tiga bulan terakhir, harga garam mengalami perubahan yang cukup signifikan. Mulai dari Rp6 juta ke Rp2,8 juta per ton, bahkan turun drastis menjadi Rp1,5 juta hingga pernah Rp1,2 juta per ton. 

Kata Lutfi, dinamika harga garam itu wajar terjadi lantaran menyesuaikan dengan tersedianya garam. Menurut dia, semakin banyak garam yang tersedia, maka semakin turun harganya. Sedangkan semakin sedikit garam yang tersedia, maka harganya tambah tinggi.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sejauh ini, tambah Lutfi, pihaknya tidak memiliki alternatif apapun dalam menghadapi turunnya harga garam. Sebab itu bukan wewenang instansinya. Namun, meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan pembinaan kepada petambak atau petani garam guna meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan. 

Baca Juga:  Harga Ideal Garam di Pamekasan Dipatok Rp1.250 per Kg, Diskan Targetkan Produksi Tembus 125 Ribu Ton

“Melalui 16 orang penyuluh, kami lakukan pembinaan kepada mereka terkait pengelolaan lahan, produksi, dan lainnya. Tugas dinas hanya itu, untuk target, harga, kami tidak punya wewenang hal itu,” ungkapnya.

Adapun wilayah penghasil garam terbesar di Pamekasan adalah Kecamatan Tlanakan, Kecamatan Galis, dan Kecamatan Pademawu.

Pewarta: Safira Nur Laily

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *