Diskan Sampang Latih Masyarakat Cara Budidaya Ikan Air Tawar yang Baik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Ist) PEDULI: Pembudidaya ikan tawar mengikuti pelatihan yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan), Selasa (17/11/2020).

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Sampang terus berinovasi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat. Belasan orang dilatih dalam bentuk sosialisasi penerapan cara budidaya ikan dengan baik (CBIB) Khusus ikan tawar di aula kantor Diskan, Selasa (17/11/2020).

Sedikitnya ada 30 peserta sosialisasi yang ikut dalam kegiatan itu. Sebanyak 15 orang dari pembudidaya ikan tawar. Sementara sisanya adalah pembudidaya ikan air payau. Mereka berasal dari perwakilan sejumlah kecamatan di Sampang.

Bacaan Lainnya

Peserta mendengarkan langsung pembicara yang diundang Diskan Sampang, yakni dari Instalasi Pembenihan Air Tawar Merakurak Tuban, Jawa Timur. Termasuk pemateri dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.

Peserta dilatih untuk membudidaya ikan dengan baik. Mulai dari cara penyiapan lahan, pembenihan, penebaran, pemberian pakan, jenis pakan, bahkan pemberian obat. Sehingga menghasilkan produksi ikan yang bermutu dan aman dikonsumsi.

Selain itu, peserta juga diberi alat peraga bahan dan obat dalam pembudidayaan ikan. Sehingga bisa diterapkan oleh para pembudidaya yang sudah dilatih sesuai dengan aturan dan aman pangan. Ditargetkan produksi ikan air tawar di Sampang bisa meningkat.

Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Sampang Moh. Mahfud mengaku akan meningkatkan hasil produksi ikan air tawar. Selain produksi, kualitas harus ditingkatkan.

“Kami juga menginginkan hasil ikan yang aman dikonsumsi,” katanya.

Sehingga, lanjut dia, para pembudidaya didatangkan dan diberi tambahan ilmu. Berbagai cara tepat guna diberikan. Sehingga, produksi budidaya meningkat dengan kualitas yang lebih bagus. Terutama sehat ikannya dan sehat yang mengonsumsinya.

Mahfud mengatakan, pelatihan dan sosialisasi itu sekaligus sebagai penyampaian standar operasional prosedur (SOP). Sebab budidaya ikan tawar merupakan produksi makanan. Sehingga, dengan adanya pelatihan, akan menghasilkan ikan yang baik dan aman dikonsumsi. Sebab dalam pelatihan, diberikan materi cara menggunakan jenis pakan dan obat.

“Kami tidak mempromosikan merek dalam pemberian contoh pakan ikan. Tapi kami memberikan contoh yang direkomendasikan oleh kementerian. Sehingga ikan tetap sehat dan aman dikonsumsi,” terangnya. (man/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *