Diskan Sampang Tingkatkan Hasil Produksi Garam melalui Pembinaan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) KOMITMEN: Dinas Perikanan (Diskan) Sampang menggalakkan pembinaan peningkatan kualitas produksi garam untuk para petambak dari berbagai wilayah.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Demi meningkatkan kualitas produksi garam yang dihasilkan petambak, Dinas Perikanan (Diskan) Sampang menggelar pembinaan. Sasarannya, para petambak lokal. Sehingga mampu menghasilkan kualitas garam jenis KW1 atau sesuai dengan permintaan pasar. Kegiatan tersebut bertempat di ruang Aula Kantor Diskan Sampang, Kamis (25/11/2021).

Tidak hanya sebatas pembinaan biasa, akan tetapi disediakan pemateri handal. Yakni, berpengalaman dan memiliki sertifikat ahli tata kelola garam dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) H. Jakfar Shodiqin. Sedangkan para peserta merupakan perwakilan dari para petambak se-Kabupaten Sampang. 

Kepala Diskan Sampang Wahyu Prihartono melalui Kepala Bidang (Kabid) Budidaya dan Perikanan M. Mahfud mengatakan, pembinaan itu sangat penting dilaksanakan. Tujuan utamanya, demi meningkatkan pengetahuan, mengedukasi para petambak garam agar bisa mengelola dan memproduksi garam dengan kualitas yang lebih baik.

Sejatinya para petambak garam di daerah yang dikenal dengan slogan Kota Bahari,  mayoritas sudah bisa menghasilkan atau memproduksi garam. Akan tetapi, kualitas garam yang dihasilkan harus terus ditingkatkan. Sehingga harga jualnya bisa lebih mahal.

“Melalui pembinaan oleh tenaga yang sudah ahli di bidangnya, para petambak diajari mulai proses penataan lahan hingga proses manajemen air, maka kualitas dan kuantitas garam yang dihasilkan nanti bisa lebih baik. Maka secara otomatis, nilai jualnya pun juga naik,” ujarnya. 

Untuk itu, Mahfud meminta para petambak yang sudah mengetahui dan memahami tentang tata pengelolaan produksi garam, agar mempraktikannya. Minimal di lahan sendiri. Sehingga mampu menghasilkan produksi garam yang kualitasnya KW1 dan sudah sesuai dengan permintaan dan kebutuhan.

“Jika kualitas garam yang dihasilkan baik, kami sangat yakin para petambak garam ini tidak akan lagi kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya,” terangnya.

Selama ini,  kerap menjadi kendala bagi para petambak mengenai sulitnya mendapatkan pasar dengan harga yang layak. Selain itu, hasil produksi petambak sering diklaim kualitasnya kurang bagus oleh mayoritas pengusaha garam. Untuk itu, pihaknya berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi garam melalui pembinaan rutin.

“Mudah-mudahan, paska mendapatkan pembinaan ini, para petambak garam menjadi lebih semangat berproduksi dengan menghasilkan kualitas garam terbaik. Sehingga pemasaran lebih mudah,” harapnya. (*)

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *