Diskan SampangLatih Masyarakan Memodernisasi Cara Olah Ikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALAUDDIN) DIUPGRADE: Untuk meningkatkan penghasilan, Diskan latihmasyarakat cara mengolah ikan secara modern.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Untuk meningkatkan nilai tambah dari pada program perikanan, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sampang menggelar pembinaan mengenai cara pengolahan ikan yang baik (CPIB) kepada pembudidaya di tujuh kecamatan yang berpotensi menghasilkan ikan.

Dalam kegiatan yang digelar di aula Diskan Sampang. Selasa (24/11), melibatkan penyuluh perikanan Sampang, penyuluh kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes)dan MUI Sampang.

Bacaan Lainnya

Kepala Diskan Sampang Wahyu Prihartono menuturkan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan produksi. Karena dengan ilmu yang diberikan kepada pengolah ikan di Sampang, diharapkan bisa memberikan inovasi baru, sehingga dapat meningkatkan penghasilan.

Program tersebut sesuai dengan harapan Bupati Sampang Slamet Junaidi untuk meningkatkan ekonomi.Sehingga dirinya merencanakan pembinaan mulai dari pembenihan sampai ke pengolahan ikan.

Setelah panen sampai ke pemasarannya,juga akan direncanakan ada pelatihan. Seperti makanan yang harus dikemas, atau diolah menjadi steak rajungan atau keripik. Dengan begitu harganya, akan lebih bisa bersaing dengan produk lainnya.

Selain diolah dengan baik, juga dikemas dengan label halal. Harapannyaa, produk tersebut bisa masuk di pasar atau toko-toko modern.

“Adapun dalam pengelolahan dan memasarannya itu nanti bisa dilakukan oleh istrinya, sehingga nilai tambah penghasilan nelayam bisa naik,” pungkasnya, Kamis (26/11/2020).

Untuk konsep pemasarannya, agar ada nilai tambahan pengahasilan,pihaknya akan mendatangkan pembeli untuk dipertemukan dengan penjual. Sehingga harganya tidak dipotong. Karena jika masih menjual dengan carakonvensional,pendapatannya minim.

Dengan demikian, dia mengimbau kepada pembudidaya ikan untuk memenuhi mutu dan memenuhi standar halal. Selain itu, ada penerapan uji kualitas pengolahan ikan di Sampang.

“Nanti bisa hasil pengelolahannya bisa dipasarkan ke luar daerah, atau ke luar provinsi, sehingga dikenal oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *