oleh

Diskan Sosialisasiskn Izin dan Pendataan Usaha Budidaya

Kabarmadura.id/SAMPANG – Untuk menumbuhkan, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pelaku usaha budidaya ikan air tawar atau payau agar mentaati aturan/regulasi terkait kewajiban memiliki dan mengurus izin usaha dan terdata dengan baik. Dinas Perikanan (Diskan) Sampang gencar sosialisasikan izin dan pencatatan kepada para pelaku usaha budidaya se-Kabupaten, beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan (Permen-KP) nomor 49 tahun 2014 tentang usaha pembudidayaan ikan, setiap  pelaku  usaha  pembudidayaan  ikan  wajib  memiliki  izin usaha perikanan. Meliputi izin yang diterbitkan dalam bentuk (SIUP) bagi usaha sekala besar. Sedangkan untuk usaha budidaya ikan yang kecil cukup pendataan usaha pembudiya ikan (TPUP) oleh diskan setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya Diskan Sampang Moh. Mahfud memaparkan, usaha budidaya ikan adalah kegiatan  untuk  memelihara,  membesarkan, dan/atau  membiakkan  ikan  serta  memanen  hasilnya  dalam  lingkungan yang  terkontrol. Pembudidaya  ikan  adalah  orang  yang  mata  pencahariannya  melakukan pembudidayaan ikan baik sekala besar ataupun kecil.

Kata Mahfud, semua pembudidaya ikan khususnya di kota Bahari itu, wajib mengusus izin SIUP dan TPUP. Untuk itu, semua pembudidaya ikan perlu diberikan pengetahuan dan pemahaman melalui sosialisasi terkait regulasi yang mengaturnya, sehingga para pelaku usaha bisa sadar untuk segera mengurus dan memiliki izin.

”Melalui sosialisasi ini, kami berharap semua pelaku usaha budidaya ikan yang belum berizin segera mengurus dan dilakukan pendataan bagi semua usaha budidaya,”tutur Mahfud kepada Kabar Madura.

Ia menjelaskan, kriteria pembudidaya ikan kecil, adalah pembudidayaan ikan dengan menggunakan  teknologi sederhana dengan memanfaatkan luas lahan sesusi ketentuan yang berlaku. Untuk pembenihan ikan air tawar tidak lebih dari 0,75 haktar, pembesaran maksimal 2 hektar.

Sementara untuk luasan lahan usaha budidaya ikan air payau, pembenihan tidak lebih dari 0,5 hektar, pembesaran maksimal 5 hektar. usaha pembudidayaan ikan laut, untuk pembenihan dibawah 0,5 hektar dan pembesaran ikan maksimal 2 hektar.

”Izin SIUP ini berlaku  selama  melakukan  kegiatan  usaha  pembudidayaan ikan, baik ikan air tawar, payau dan lainnya. Setiap pelaku usaha yang memiliki izin (SIUP) ini wajib melakukan registrasi ulang setiap 5 tahun sekali,” ungkapnya.

”Kami minta semua peserta yang terdiri dari perwakilan pelaku usaha budidaya ikan se-Kabupaten bisa menginformasikan kepada pelaku usaha yang lain, sehingga semua pelaku usaha dapat mentaati atura untuk memiliki izin usaha budidaya,”pintanya. (sub/pai)

Komentar

News Feed