oleh

Diskan Sumenep Abaikan Nelayan Tanpa Metode dalam Menangkap Ikan

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Berdalih mewabahnya Covid-19, Dinas Perikanan (Diskan) menilai tidak perlu memaksimalkan metode untuk memproduksi ikan tangkap. Sebab, kebutuhan yang sempat merosot menjadi alasan para nelayan mogok kerja.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Perikanan Tangkap Diskan Sumenep, Edie Ferrydianto mengatakan, meski sempat merencanakan metode untuk peningkatan produktivitas nelayan pada awal tahun kemarin. Namun, dalam perkembangannya metode tersebut tidak perlu direalisasikan.

“Ya tidak perlu adanya metode, kan selama pandemi ini, untuk kebutuhan ikan menurun, permintaan-permintaan berkurang, sehingga jika dipaksakan maka percuma, meskipun ikan banyak lalu berdampak harganya murah, kami tidak bisa mengirim barang kemarin,” katanya, Kamis (19/11/2020).

Bahkan, pihaknya sempat mencanangkan metode penangkapan ikan melalui pendeteksi GPS, dan beberapa metode lainnya. Namun sepanjang tahun ini, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan lantaran mewabahnya Covid-19.

Termasuk,  saat ini tidak bisa dipecahkan, atau kesulitan menemukan solusinya mengenai persoalan prediksi cuaca. Sehingga, jika ada alat yang bisa mendeteksi itu, bisa memberikan himbauan kepada masyarakat, khususnya yang bekerja sebagai nelayan.

“Selain kondisi ikan tidak bisa diprediksi, tentunya juga cuaca buruk kerap menyerang keselamatan para nelayan, namun ketika kebutuhan mulai stabil, maka secara otomatis, nelayan bisa memaksimalkan metode tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari menyampaikan, perhatian terhadap nelayan harus dimaksimalkan, jika produksi ikan berkurang, maka pemerintah harus menyediakan alternatif.

“Misalnya pastikan, berapa nelayan yang sudah menerima bantuan, terutama yang sempat mogok bekerja harus terdata, jangan sampai ketika kami minta, baru mencari data ke bawah,” paparnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed