Diskan Sumenep Pesimis Produksi Garam Capai Target

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) MENYERAH: Dinas Perikanan (Diskan) mengaku pesimis atas capaian target produksi garam 2021.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep memprediksikan produksi garam tahun 2021 tidak akan mencapai target. Hal itu dikarenakan cuaca tahun ini tidak menentu. Sehingga proses penguapan air laut menjadi garam dinilai tidak maksimal.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Diskan Sumenep Sri Harjani mengaku pesimis atas target produksi garam yang telah ditentukan. Sebab, dikarenakan adanya anomali cuaca yang melanda.

Bacaan Lainnya

“Kami saat ini pesimis untuk mencapai target produksi garam di akhir tahun 2021 nanti,” katanya, Selasa (7/09/2021).

Dijelaskannya, musim kemarau semestinya menjadi waktu puncak produksi garam. Tetapi hal itu tidak berlaku tahun ini, Sehingga proses penguapan air laut menjadi garam tidak berjalan sesuai dengan harapan.

“Target produksi lahan garam tahun 2021 ini sebanyak 192.947 ton,” ucap dia.

Menurutnya, biasanya panas kemarau itu sangat baik buat memproduksi garam, namun saat ini waktunya kemarau masih saja belum normal. Selain itu, harga garam masih rendah yakni kisaran Rp350 hingga Rp400 per kilogram.

“Tahun 2019 dan tahun 2020 target produksi garam sebesar 236.000 ton,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Sri itu belum mengetahui capaian produksi garam per Agustus. Dia beralasan masih proses perekapan. Saat ini fokus pada sosialisasi pada petambak garam.

“Prioritas pada rakyat atau petambak garam tetap kami prioritaskan,” jelasnya.

Dia menambahkan, luas lahan garam rakyat di Sumenep yakni 1.967,42 hektare yang terhimpun di 11 kecamatan. Yakni, Kecamatan Gapura, Kalianget, Saronggi, Pragaan, Gili Genting, Talango, Dungkek, Raas, Arjasa, Kangayan, dan Kecamatan Sapeken.

“Semoga anomali cuaca cepat berakhir,” tutur dia.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, selain bergantung pada cuaca, ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan menggelorakan penggunaan geomembran pada meja kristal garam.

“Pemerintah harus lebih kreatif dalam meningkatkan produksi garam,” .

Ditegaskannya, pembinaan dan sosialisasi penggunaan geomembran kepada petani sangat penting untuk dilakukan. Misalnya, manfaat penggunaan bahan material geosintetik yang berfungsi sebagai lapis kedap air itu.

“Pemkab jangan merasa pesimis. Ada banyak cara untuk pencapaian produksi garam dan membuat kualitas garam membaik,” tukas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (imd/mam)

-Tahun 2019 lalu produksi garam rakyat mencapai 332.009,60 ton dari target produksi 236.000 ton.

-Stok garam di tahun 2019 sebanyak 102.820,35 ton.

-Tahun 2020 mencapai 50.009,64 ton dari target produksi 236.000 ton.

-Target produksi garam tahun 2021 ini sebanyak 192.947 ton.

-Diskan pesimis karena anomali cuaca yang tidak menentu.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *