oleh

Diskan Target Produksi Garam 236 Ribu Ton, Legislatif Juga Minta Seimbangkan Harga

Kabarmadura.id/Sumenep-Memasuki musim garam tahun 2020, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumenep menargetkan produksi garam rakyat mencapai 236.000 ton. Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Sri Harjani menyampaikan, target tersebutmeningkat dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2019 lalu produksi garam rakyat ditargetkan 235.000 ton dan berhasil mencapai 332.009,60 ton. Lahan garam yang siap produksi seluas 1.967,42 hektare. Ditargetkan lahan itu mampu menghasilkan garam 100 ton per hektare.

“Kami yakin, target produksi tersebut dapat dicapai. Sebab, cuaca semakin membaik,” katanya, Rabu (05/02/2020).

Dijelaskan, ada beberapa upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi garam. Salah di antaranya akan menggelorakan penggunaan geomembran pada meja kristal garam atau teknologi geomembran. Tujuannya dalam rangka membantu petani garam agar lebih maksimal. Selain itu, akan dibantu menggunkan lahan integrasi garam.

“Kami anggap geomembran sangat membantu peningkatan produksi garam. Sebab, air tua yang masuk meja kristalisasi dengan bahan plastik itu akan lebih cepat memadat daripada meja tanah. Lahan integrasi garam juga sangat menentukan dalam meningkatnya produksi,” paparnya.

Menurutnya, pembinaan dan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan bahan material geosintetik yang berfungsi sebagai lapis kedap air akan segera dilakukan kepada para petambak. Sehingga, petambak tidak kebingungan dalam menerapkan hal itu.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengharapkan agar produksi garam lebih ditingkatkan. Sebab, tahun sebelumnya sudah lampaui target. Selain itu, ia juga meminta agar harga garam juga perlu ditingkatkan. Alasannya, tahun sebelumnya sangat rendah.

“Kami harap, tidak hanya mengontrol produksi. Tetapi, juga menyeimbangkan harga agar semuanya berjalan dengan mulus,” pintanya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta agar Diskan intens berkoordinasi dengan legislatif. Sebab, legislatif sebagai representasi dari rakyat, sehingga program Diskan nantinya benar-benar diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. (imd/pai)

 

 

Komentar

News Feed