Diskop Sumenep Ajukan 25 Ribu UMKM Penerima Banpres

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIDISTRIBUSIKAN: Para pelaku usaha yang belum menerima banpres tahun lalu akan diprioritaskan tahun ini.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pengajuan bantuan presiden (banpres) tahun 2021 untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) tidak dibatasi. Hal itu terbukti dari jumlah data yang diajukan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro (Diskop UM) Sumenep mencapai 25 ribu pemohon. Jumlah ini lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni sekitar 9 ribu pemohon.

Kepala Diskop UM Sumenep Sustono menjelaskan, bagi pelaku UMKM tahun ini akan kembali mendapatkan banpres. Namun pihaknya tidak memastikan apakah semua pemohon diterima atau sebaliknya. Pihaknya hanya sebatas mengajukan tanpa bisa menentukan.

“Saat ini sudah tahap dua, kami hanya bisa mengajukan memastikan dapat tidak bisa. Yang melakukan verifikasi adalah kementerian sendiri,” kata Sustono.

Dijelaskannya, jumlah nominal bantuan tersebut berkurang dari tahun sebelumnya, dari semula sebesar Rp2.400.000 menjadi Rp1.200.000. Dan hasil akumulasi tahap satu dan dua ada 25 ribu UMKM yang sudah didaftarkan.

Meski tahun lalu ada yang diajukan kembali, namun yang diprioritaskan adalah pengajuan baru. Karena pusat tentunya pasti punya data jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) tahun kemarin.

“Persyaratan sama, semua berpeluang kembali mendapatkan banpres lagi, tapi lebih diprioritaskan yang sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pusat itu,” imbuh dia.

Sustono menambahkan, pihaknya belum bisa memprediksi waktu bantuan tersebut disalurkan, namun yang pasti banpres untuk pelaku usaha tetap ada. Karena saat ini kondisi perekonomian masyarakat masih belum stabil. Apalagi memang bantuan tersebut untuk peningkatan usaha masyarakat kecil.

“Masalahnya lagi yang mendapat tidak konfirmasi ke kami, sehingga kami tidak bisa mendeteksi sudah dapat atau tidak. Dan dari kementerian tidak ada istilah kuota berapa untuk Sumenep,” papar dia.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep itu juga mengatakan, jika ada perintah mengajukan maka akan mengajukan, kalau persoalan dapat atau tidak itu bukan tanggung jawabnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *