Diskop UKM dan Naker Pamekasan Pastikan Tahun 2024 Tidak Melanjutkan Program Wamira Mart

News51 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Program Warung Milik Rakyat (Wamira Mart) tidak lagi menjadi program prioritas. Namun tetap akan memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap puluhan Wamira Mart yang tersebar di 13 kecamatan. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop, UKM dan Naker) Pamekasan Vendhy Chisryawan, Rabu (13/12/2023).

Menurutnya, pemetaan program di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdasarkan komitmen kepala daerah. Sebab gagasannya sesuai dengan visi dan misi yang mampu mendorong percepatan berbagai pembangunan yang dirancang. Namun di tahun 2024 ini Wamira Mart tidak bisa dilanjutkan. Sebab program tersebut merupakan program masa kepemimpinan bupati periode 2018-2023.

“Artinya realisasi program Wamira Mart tuntas tahun 2023. Dimana program ini kurang lebih tersebar di 57 titik dengan total anggaran Rp2,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Berikan Patokan Standar Pelayanan OPD

Pihaknya menuturkan, tata kelola Wamira Mart sebenarnya sudah diwacanakan.  Yakni, akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hanya saja, hingga saat ini belum terealisasi. Sehingga akan terus memantau dan membina sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang melekat di internal instansinya. Secara khusus, akan menjadikan kelompok sasaran pembinaan.

“Jadi kalau ada pelatihan-pelatihan, kami akan ikutkan mereka (pelaku Wamira Mart red),” tuturnya.

Secara umum, efektivitas puluhan Wamira Mart sesuai penghitungan di instansinya masih berjalan 80 persen. Secara khusus, seluruh Wamira Mart secara konsisten beroperasi. Meski demikian, perlu adanya pembinaan secara optimal untuk meningkatkan pengelolaannya. Bahkan kedepan, akan terus mendorong peningkatan produktivitas Wamira Mart yang sudah beroperasi.

Baca Juga:  Diskop UKM Naker Pamekasan Pastikan Program WUB Tidak Ada Lagi di 2024 

Sementara Itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Harun Suyitno menegaskan, penyetopan program Wamira Mart sangat masuk akal. Sebab dari sisi produktivitas yang tersebar di puluhan titik belum optimal. Selain ketersediaan anggaran yang cukup terbatas, Wamira Mart belum mampu menyaingi pasar modern seperti Indomaret dan Alfamart.

“Kalau melihat realisasi di lapangag kurang efektif dalam hal pengawasan, pembinaan, atau mungkin perencanaannya yang kurang matang, kalau programnya bagus, untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan bersaing dengan toko modern. Tapi faktanya belum mampu menyaingi,” responnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *