Diskop UKM Pamekasan Ajukan Tambahan Penerima BPUM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BANTUAN: Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) mengajukan tambahan penerima BPUM.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Pamekasan telah mengajukan sebanyak 1.016 pelaku usaha untuk mendapatkan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) tahap II tahun 2021. Namun, untuk data penerimanya masih belum bisa dideteksi untuk yang sudah mendapatkan BPUM dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM).

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Diskop UKM Pamekasan Abdul Fata, pada tahun 2021 sudah ada 2 tahap  pengajuan BPUM kepada pemerintah pusat melalui Diskop Jatim. Pengajuan tahap I sebanyak 6.109 pelaku UKM, sedangkan yang diusulkan tahap II tahun 2021 sebanyak 1.016 pelaku UKM, sehingga total keseluruhan yang diusulkan sebanyak 7.125 pelaku UKM.

Bacaan Lainnya

“Total yang kami ajukan pada tahun 2021 sebanyak 7.125 pelaku usaha,” paparnya, Selasa (6/7/2021).

Dijelaskannya, jumlah penerima yang mendapatkan BPUM sebenarnya sudah ada SK-nya dari pemerintah pusat, namun harus diinventarisir 1 per satu dari salinan keputusan yang diberikan.

“Kami sangat kesulitan untuk mengecek satu per satu, karena harus manual, saya sudah dapat SK dari kementerian kemarin, tetapi kami ini masih ada masalah, masalah harus pakai manual untuk dikelompokan,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya sudah berkonsultasi kepada Diskop Jatim untuk bisa mendapatkan salinan SK yang berbentuk excel, sehingga bisa mempermudah untuk  mengelompokan jumlah yang sudah mendapatkan bantuan berdasar kecamatan yang ada di Pamekasan.

“Sampai sekarang masih belum ada kabar dari Diskop Jatim, apalagi ditambah dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM), kebanyakan bekerja dari rumah (WFH), jadi belum diketahui untuk jumlah penerima terbaru,” ulasnya.

Ditegaskannya, setelah keluarnya SK dari kementerian, secara otomatis sudah masuk BPUM sebesar Rp1,2 juta kepada masing-masing rekening penerima, sehingga bisa dicairkan secara mandiri oleh penerima.

“Begitu daftar nama disahkan, secara otomatis uangnya langsung ditransfer oleh pusat kepada yang bersangkutan,” tukasnya. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *