Diskop UM Bangkalan Dorong Pengusaha Segera Urus NIB

(KM/HELMI YAHYA) DIPAMERKAN: Sejumlah produk di Bangkalan hasil para pengusaha siap untuk dipasarkan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan kembali mendorong para pengusaha agar mengurus nomor induk berusaha (NIB). Hal itu bertujuan agar produk bisa lebih luas penjualannya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bangkalan Iskandar Ahadiyat mengutarakan NIB menjadi syarat wajib bagi pengusaha yang ingin mempromosikan produknya ke toko-toko besar dan pemerintah daerah. Pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi agar para pengusaha tertib mengurus izin usahanya. “Setidaknya minimal harus ada NIB-nya, nanti bisa kita bantu,” katanya.

Pria yang kerap disapa Yayat itu menerangkan, pihaknya akan mempermudah proses penjualan produk lokal milik pengusaha kecil untuk masuk pasar modern dan online. Hanya saja, syarat yang harus dilengkapi yaitu NIB dan sertifikasi halal, dan harus produk lokal Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“Setidaknya nanti kita akan mencoba komunikasikan dengan pihak toko modern, agar ini menjadi prioritas,” tegasnya.

Sedangkan selama ini, produk lokal milik pengusaha daerah memang sulit untuk masuk toko modern, karena memang mayoritas untuk masuk, harus ada sertifikat halal yang dikeluarkan MUI. Atau setidaknya melalui laboratorium halal.

“Kami kan juga sudah kerja sama dengan perguruan tinggi, apalagi sekarang sudah didukung dengan adanya Inpres,” sebutnya.

Selain toko modern, Yayat berjanji akan membantu para pengusaha untuk mempromosikan produknya melalui Aplikasi B-Lanja, yang merupakan aplikasi penjualan daring yang sedang mencari mitra pemerintah daerah. “Kalau nanti sudah lengkap 3 unsurnya itu, akan kami bantu mencarikan mitra yang tepat,” ulasnya.

Sedangkan menurut salah satu pengusaha Kripik Teripang Sodikin, menuturkan, pengajuan sertifikat halal masih belum disosialisasikan secara teknis, sehingga banyak yang belum tahu kebutuhan apa saja yang dilengkapi untuk pengajuan sertifikat halal itu.

“Kami belum tau apa saja berkas yang dibutuhkan untuk dapat sertifikat halal, karena sosialisasinya belum ada,” ungkap Sodikin.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.