oleh

Diskop UM Bangkalan: Pengajuan Banpres UMKM Cukup Satu Pintu

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Bantuan presiden (banpres) untuk usaha mikro, kecil, menengah, (UMKM) akan diberikan kembali di tahun 2021. Bantuan yang diberikan untuk pemulihan ekonomi kecil itu diperkirakan akan lebih tertata dan terencana. Tetapi untuk bantuan yang diterima kemungkinan masih akan tetap sama nominalnya dengan sebelumnya, yakni Rp2,4 juta.

Salah satu warga Kamal yang memiliki usaha mikro Sutimah menuturkan, sebelumnya tidak berhasil terdaftar sebagai penerima banpres karena kuota sudah penuh. Tetapi pihak dinas menjanjikan untuk memprioritaskan mereka saat nanti ada bantuan lagi.

”Saya waktu itu terpaksa pulang, karena katanya kuotanya penuh,” paparnya.

Sutimah yang merupakan penjual mie ayam keliling tersebut terus menanyakan berkaitan kepastian penerimaan bantuan Rp2,4 juta itu. Sehingga beberapa kali dirinya datang dan pergi mengharap bantuan yang akan digunakan untuk meningkatkan usahanya itu.

”Saya ingin gunakan bantuan itu untuk bikin warung, agar usaha mie ayamnya semakin berkembang,” ulasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bangkalan Iskandar Ahadiyat menyampaikan, banpres untuk UMKM direncanakan bakal ada lagi di tahun 2021. Sehingga diharapkan para pengusaha mikro yang sebelumnya gagal mengajukan bantuan, tahun ini bisa mengajukan kembali.

”Informasinya memang akan ada banpres UMKM lagi di tahun 2021, jadi yang sebelumnya gagal, akan kami prioritaskan,” tuturnya.

Menurut lelaki yang akrab disapa Yayat itu menginginkan agar prosedur pengajuan bisa lebih teratur. Bahkan jika memungkinkan, pengajuan hanya dilakukan melalui satu pintu, yakni Dinas Koperasi. Sebab, jika pengajuan bisa melalui banyak pintu akan membuat pendataan dan pengajuan simpang siur.

”Saya ingin kali ini hanya satu pintu, agar pengajuannya lebih terdata dengan baik,” terangnya.

Sementara kata Yayat, kebutuhan dan keinginannya kuota bisa diberikan dan diputuskan langsung. Kemungkinan besar untuk Bangkalan butuh sekitar enam ribu kuota. Tetapi karena belum ada aturan teknis yang keluar, maka belum bisa dipastikan.

”Kami menunggu petunjuk teknis dulu, mudah mudahan saja kuotanya juga sudah ditentukan dan bisa cukup,” pungkasnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed