Diskop UM Sumenep Desak Kopontren Perbaharui RAT

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TIDAK AKTIF: Mayoritas koperasi pesantren (kopontren) di Sumenep dianggap tidak aktif lantaran tidak perbaharui RAT.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Sumenep menyoroti keberadaan koperasi pesantren (kopontren). Sebab, dari ratusan koperasi tersebut masih banyak yang tidak taat administrasi.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Koperasi Diskop UM Sumenep Moh Kamaruddin menyampaikan, sejauh ini hanya segelintir kopontren yang taat administrasi. Hal itu terbukti hanya lima kopontren yang hanya memperbaharui rencana anggaran tahunan (RAT).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, sebagai barometer koperasi itu aktif adalah yang paling aktif memperbaharui RAT. Namun sebagai upaya, pihaknya akan segera memverifikasi ulang dan memberikan imbauan-imbauan bagi pesantren yang koperasinya hanya formalitas.

“Tahun ini sedikit sekali yang urus RAT, kalau pesantren di antaranya Ponpes Al Anwar Gadu Barat, Arruhama’ Karduluk dan beberapa daerah lain,” katanya, Rabu (8/9/2021).

Harapannya, lanjut Kamaruddin, dari ratusan pesantren yang tersebar di kabupaten paling timur Pulau Madura ini bisa berseragam mengurus RAT.  Sebab, apabila tidak mengurus RAT bisa menjadi penghambat untuk mendapat bantuan.

Kendati begitu, dia mengaku tidak dapat berbuat banyak, apalagi untuk tahun ini pihaknya tidak ada program apapun, termasuk monitoring dan evaluasi.

Kamarudin menambahkan, bagi koperasi yang aktivitas produksinya sudah berjalan, maka hanya difasilitasi legalitasnya saja, artinya jika kepada pengembangan dengan memberikan tambah modal, itu menurutnya tidak mungkin bisa dilakukan dalam tahun ini.

“Kami hanya nebeng saja ke bidang lain. Tidak ada pembinaan,” imbuhnya.

Terkait penunjang koperasi yang diprioritaskan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Dewi Khalifah. Yakni salah satunya giat utama dalam tahun pertama kerja adalah fokus ke pembenahan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pihaknya mengaku belum bisa berbuat banyak. Sebab, untuk menjalankan program harus menyesuaikan dengan anggaran.

“Kami sementara fokus ke UMKM dulu, harapannya ekonomi masyarakat dapat berangsur pulih, terlebih di masa pandemi ini,” paparnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *