oleh

Diskop UM Sumenep Pastikan Penerima Banpres Prioritaskan Pendaftar Baru

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Meski pengajuan bantuan presiden (Banpres), berupa bantuan langsung tunai (BLT) cukup membludak. Pendaftar  baru menjadi prioritas sebagai penerima banpres. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro (Diskop UM) Sumenep Sustono, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tahun ini akan kembali mendapatkan banpres, setelah pengajuan ditutup per tanggal 28 April 2021 kemarin. Sedikitnya, terdapat 3.379 pendaftar UMKM tahap pertama. Jumlah tersebut bisa saja  terakomodasi secara keseluruhan sebagai penerima.

“Entah nanti jumlah akhirnya berapa tidak mesti, apalagi kuotanya dari Kementerian tidak dibatasi, tetapi memang kami baru selesai rapat dan belum menyampaikan ke bupati, setelah itu baru diumumkan ke masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, besaran bantuan tahun ini tidak sama dengan nominal yang diterima di tahun sebelumnya. Dari semula Rp2.400.000 per penerima, saat ini menjadi Rp1.200.000. Bahkan, tahun lalu yang diajukan melalui Diskop terakumulasi sekitar 91 ribu penerima.

“Meski yang diajukan tahun lalu, tahun ini masih ada kesempatan mendapatkan lagi, namun yang diprioritaskan pengajuan baru. Karena pusat tentunya pasti punya data jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) tahun kemarin. Sama berpeluang kembali mendapatkan banpres lagi, tapi lebih di prioritaskan yang sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pusat itu,” jelasnya.

Pihaknya juga masih belum bisa memprediksi jadwal realisasi bantuan tersebut. Namun yang pasti banpres untuk pelaku usaha tetap ada. Sebab saat ini kondisi perekonomian masyarakat masih belum stabil. “Apalagi memang bantuan tersebut untuk peningkatan usaha masyarakat kecil,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM Rumyani mengaku, belum memperoleh informasi pengajuan dari program tersebut. Bahkan, perempuan yang kesehariannya berjualan rujak dan cemilan itu tidak pernah mendapat banpres. “Kalau saya tahunya hanya jualan saja, yang penting laku, meski banyak yang pernah dapat yang tahun kemarin masih Rp2,4 juta, alhamdulillah saya masih belum rejekinya,” ungkapnya.  (ara/ito)

Komentar

News Feed