Diskop UMKM Kabupaten Sumenep Akui Jumlah UMKM Membludak Akibat Banpres

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) KURANG MAKSIMAL: Keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih didominasi tidak aktif.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Verifikasi jumlah usaha kecil mikro menengah (UMKM) belum optimal. Kondisi tersebut terjadi lantaran mewabahnya Covid-19. Sehingga, verifikasi jumlah UMKM tersendat. Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Dinas Koperasi (Diskop), Kabupaten Sumenep, Lisa Bertha Soetedjo, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, di tengah mewabahnya Covid-19, verifikasi untuk memastikan UMKM berjalan atau tidak belum diketahui secara pasti. “Pandemi ini, kami fokus ke bantuannya, untuk keberadaannya kami masih belum memantau secara fokus, selain kami memang tidak bisa turun ke lapangan, sulit melakukan pemantauan,” dalihnya.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, jumlah UMKM yang tersebar di kabupaten berjuluk Kota Keris sekitar 68.120. Namun, ketika ada informasi tentang bantuan presiden (banpres) untuk penguatan modal, jumlah UMKM mendadak membludak. Menurutnya, sesuai data  yang diajukan banpres sekitar 91 ribu.
“Artinya hanya ada sekitar seribu UMKM yang terakhir terhimpun, atau keberadaannya benar-benar memberikan manfaat untuk menunjang perekonomian, terutama untuk lingkungan sekitar. Tapi, karena ada informasi bantuan, tiba-tiba kapasitas pengajuan melebihi jumlah UMKM yang sudah masuk data di instansi kami,” paparnya.

Dia menegaskan, dari hasil peninjauan, banyak dijumpai para penggerak UMKM merupakan alumni pelatihan 1000 wirausaha muda atau wirausaha muda Sumenep (WMS). Pihaknya mengaku, sangat bangga dan akan terus memberikan dukungan dari berbagai sektor, agar fungsi adanya bantuan itu, segera dinikmati masyarakat.

“Masih ada upaya peningkatan lain, tidak hanya bantuan materi saja, tetapi juga akan terus diberikan pelatihan dan pembinaan, terutama di sektor manajemen pengembangan usaha, dan pemasaran hasil produksi UMKM. Ketika pandemi ini usai, pasti kami akan kembali memperhatikan fungsi UMKM,” janjinya.  (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *