Diskopindag Sampang Komitmen Tekan Peredaran Rokok Ilegal

  • Whatsapp
(FOTO: IST FOR KM) BERTEKAD: Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang akan meningkatkan pemahaman tentang cukai dan rokok ilegal melalui sosialisasi.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang berkomitmen meningkatkan pemahaman para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pedagang di Pasar Tradisional tentang aturan cukai. Tujuannya, untuk menekan tingkat peredaran rokok ilegal di wilayah dengan slogan Kota Bahari.

Ketentuan tersebut, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2017 tentang Perubahan atas dasar UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Selain itu, mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK-07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Bacaan Lainnya

Kepala Diskopindag Sampang Suhartini Kaptiati melalui Sekretaris Diskopindag Sampang Barrul Alim mengatakan, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ketentuan cukai perlu menggencarkan sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan DBHCHT ke setiap kecamatan.

Menurutnya, tujuan adanya sosialisasi tidak lain untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa membedakan antara rokok cukai yang resmi dan ilegal. Sehingga mampu menekan tingkat peredaran rokok ilegal di kalangan pedagang dan pelaku usaha rokok serta masyarakat pada umumnya.

“Utamanya kepada para pelaku UMKM dan pedagang tentang cukai, maka melalui sosialisasi ini masyarakat semakin sadar, bahwa memperjual-belikan rokok ilegal ini melanggar aturan UU yang berlaku,” ujarnya, Selasa (9/11/2021).

Pihaknya menegaskan, para pelaku UMKM dan padagang yang sudah mengetahui dan memahami terkait peraturan perundang-undangan DBHCHT diminta untuk mensosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat yang lain. Sehingga semua lapisan masyarakat di Kabupaten Sampang bisa memahami tentang cukai dan rokok ilegal tersebut.

Sebab peredaran rokok ilegal sangat merugikan negara. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi para pedagang dan UMKM menjual rokok ilegal. Sebab sudah mengetahui aturan UU melalui sosialisasi yang digalakkan oleh pemerintah. “Kami harap, pelaku UMKM dan pedagang ini bisa timbul kesadaran kolektif untuk memerangi peredaran rokok ilegal di wilayah masing-masing,” harapnya. (*)

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *