oleh

Diskumnaker Sampang Gagal Tagih Kredit Macet Rp3 M hingga 10 Tahun

Kabarmadura.id/SAMPANG-Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang mengaku kesulitan menagih tunggakan dana bergulir yang macet dipeminjam dengan nilai Rp3 miliar lebih. Bahkan menyebut bahwa sebagian peminjam itu sudah tidak ada orangnya.

Kepala Diskumnaker Sampang Suhartini Kaptiati mengatakan, penagihan piutang dana bergulir itu, pihaknya sebenarnya telah menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang agar piutangnya cepat terbayar.

Program dana bergulir itu, sejatinya sudah dilaksanakan sejak tahun 2001 silam. Namun hingga sekarang, masih tersisa tunggakan yang belum terbayar.  Dana  senilai Rp3 miliar lebih itu  mulai macet pada tahun 2010 lalu. Namun pihaknya tetap menagih.

Mantan kepala BPPKAD Sampang ini menguraikan, setiap tahun, pagu dana bergulir yang disiapkan Pemkab Sampang terus menyusut, karena sebagian sudah dikembalikan ke kas daerah (kasda).Dana yang disetor itu merupakan hasil penagihan dari peminjam selama ini.

Di  tahun 2020 ini, Pemkab Sampang juga menyalurkan dana bergulir kepada masyarakat sekitar Rp900 juta.Dana pinjaman itu dikhususkan kepada para pelaku usah akecil menengah (UKM) yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

“Untuk jumlah pinjamannya bervariasi, tergantung hasil survei dan kelayakan penerima pinjamannya, tapi rata-rata kecil kok,” kelitnya.

Sementara itu, Kasi Datun Kejari Sampang Dewa Made Sarwa Mandala mengaaku, upaya penagihan itu masih diupayakan hingga saat ini. Salah satu dari beberapa kendala yang dialami setelah turun ke lapangan, adalah ada sebagain peminjam sudah pindah rumah, usahanya bangkrut bahkan ada yang sudah meninggal dunia.

Namun pihaknya berjanji akan menempuh jalur eksekusi atas barang jaminan agar piutangnya dilunasi. Tapi saat ini masih fokus penagihan untuk menyelamatkan uang negara tersebut.

“Tapi untuk sekarang ini masih terkendala wabah Covid-19 yang mau turun kelapangan,”tukasnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed