Diskusi Struktur Tulisan dengan Janet Steel

  • Bagikan
GALI ILMU: Janet Steel, profesor jurnalisme dari Amerika Serikat saat memberi materi pada kursus Jurnalisme Sastrawi yang diselenggarakan Yayasan Pantau, Rabu (24/7).

Kabarmadura.id/JAKARTA-Pertemuan dalam kursus Jurnalisme Sastrawi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pantau pada Rabu (24/7),  adalah diskusi tulisan bersama Janet Steel, profesor jurnalisme School of Media and Public Affairs, George Washington University, Washington DC, Amerika Serikat.

Janet Steel selalu menekankan struktur dalam setiap tulisan, terutama engine. Baginya, setiap tulisan harus ada meaning (makna) dan engine (mesin). Yang selalu terlupakan dalam setiap tulisan adalah engine. Engine adalah hal yang lebih mendasar dari sebuah tulisan, pertanyaan mendasar yang harus dijawab dalam sebuah tulisan.

Adegan per adegan harus ditampilkan dalam setiap sebuah karya, terutama dalam menulis sebuah narasi yang panjang. Seperti sebuah skenario film, semua harus diperlihatkan sedetail mungkin, bukan dengan angka, tetapi deskripsi.

“Sebagai penulis, kita selalu menghindari kesimpulan, karena kalau sudah dideskripsikan dengan baik, itu tidak perlu,” jelas Janet dalam forum, Rabu (24/7).

Lebih baik menggunakan situasi daripada angka, tambah Janet. Sebisa mungkin, penulis harus menghindari angka-angka, kecuali keberadaan memang benar-benar dibutuhkan.

Terkait dengan meaning, dalam setiap alienia harus terdapat korelasi, fokus pada satu persoalan. Hal-hal yang tidak ada korelasinya dengan fokus utama dihapus sedemikian rupa, tulisan panjang belum tentu berkualitas, begitu pun dengan tulisan pendek, belum tentu tidak bagus.

Janet mengemukakan empat unsur jurnalisme naratif: Adegan demi adegan tanpa penjelasan, dialog, multiple points of view dan terakhir adalah detail. (mad/waw)

 

Baca juga  Poltera Dorong Pemanfaatan Roboboat Pembersih Sungai
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan