Disnak-Kemenag Komitmen Awasi Jasa Pemotongan Hewan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LENGANG: Beberapa kendaraan saat melintas di depan kantor Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-  Pemotongan hewan menjelang lebaran diperkirakan akan meningkat. Hal tersebut menjadi kebiasaan masyarakat Bangkalan dalam menyambut hari idul fitri tahun ini. Kondisi tersebut, harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Terutama, petugas penyuluh peternakan Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan.

Bahkan, pengawasan pemotongan hewan, baik sapi, maupun unggas seharusnya dilakukan oleh petugas pengawas. Bahkan, selama ini menim menerima laporan mengenai pengawasan penyembelihan.  Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Bangkalan Siti Sumirah, Minggu (9/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemotongan tersebut ditargetkan pada perusahaan atau penyedia jasa pemotongan. Sebab, terdapat tata cara pemotongan unggas  atau hewan khusus, agar layak konsumsi dan baik untuk kesehatan. “Tidak asal motong, kalau salah bisa membahayakan juga bagi kesehatan konsumennya,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, jelang hari raya idul fitri pemotongan ayam akan mengalami peningkatan dibandingkan hewan lainnya. Dia berjanji, dalam waktu dekat tim pengawas akan memeriksa langsung. Terutama, pada jasa pemotongan atau ayam potong yang tersedia di pasar tradisional.

“Jika nanti ada yang tidak sesuai aturan, tentu nanti akan dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Pihaknya meyakini, stok pangan dan konsumsi ayam atau hewan di Bangkalan juga akan diawasi lebih ketat. Salah satunya, melalui posko checkpoint. “Semua hewan atau produk hewan harus memiliki surat keterangan kesehatan  hewan (SKKH) atau surat keterangan kesehatan produk hewan (SKKPH),” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Syariah Kemenag Bangkalan Sulaiman juga berjanji akan melakukan pengawasan langsung kepada pengusaha atau penyedia jasa yang menjual makanan atau menerima jasa potong hewan. “Kami berupaya agar semua yang bisa kami awasi, bisa sesuai dengan syariat,” janjinya.

Menurutnya, ada sebagian masyarakat yang memang masih belum mau menerima aturan dan tata cara yang tepat menyembelih hewan. Bahkan, kondisi di lapangan masih banyak warga yang memilih alat instan lantaran dianggap mampu mengefisiensi waktu. “Itu nanti akan jadi fokus kami, selama beberapa menjelang lebaran ini,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *