oleh

Disnaker Mengaku Sulit Berantas TKI Ilegal, Ini Alasannya

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep mengaku sulit membendung maraknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang statusnya masih ilegal. Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Sumenep, M. Syahrial. Ia menjelaskan, pihaknya sulit mendeteksi keberadaan TKI ilegal, karena sampai sejauh ini masyarakat masih lebih percaya calo yang selama ini mengimingi pekerjaan yang lebih baik di Arab Saudi, Malaysia, maupun negara lainnya.

“Waduh sulit untuk mengkondisikan mereka, apalagi yang namanya calo itu sulit juga diberantas untuk di Sumenep sendiri, sehingga hal itu masih terus banyak di sini,” katanya, Kamis (13/2).

Sementara untuk upaya penekanan sendiri, agar masyarakat lebih memilih jalan resmi untuk menjadi TKI, pihaknya juga sudah tidak bisa menekan, karena di Sumenep sendiri masih belum tersedia pengurusan legalitas TKI tersebut.

Syahrial menambahkan, sejauh ini upaya yang dilakukan untuk meminimalisir maraknya TKI ilegal yang semakin liar pihaknya hanya memberikan penyuluhan-penyuluhan yang dilakukan bersama-sama dengan melibatkan para tokoh masyarakat. Terkait sanksi dan sebagainya pihaknya tidak mempunyai kebijakan sampai ke arah itu.

“Hanya pembinaan saja yang sudah diberikan kepada masyarakat, khususnya di kepulauan, termasuk Pulau Kangean yang menjadi titik tumpu maraknya TKI ilegal itu,” imbuhnya.

Terhitung sejak tahun 2019 kemarin sudah ada 23 TKI yang dipulangkan secara paksa lantaran legalitasnya tidak jelas, dari jumlah tersebut 3 dipulangkan dalam keadaan meninggal. Sehingga pihaknya kembali menghimbau agar masyarakat lebih memilih jalur yang benar sehingga kelancaran kerjanya sebagai TKI tidak ada kendala dan tidak ada yang ditakutinya. (ara/pai)

Komentar

News Feed