oleh

Disnaker Tidak Dilibatkan Program Prakerja

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep tidak dilibatkan terhadap program kartu prakerja yang diberikan pemerintah pusat. Hal itu dirasakan ketika program itu masuk pada tahap keempat karena telah dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus lalu.

Kasi Informasi dan Pasar Kerja Disnakertrans Sumenep Wiyono menerangkan, program meskipun program tersebut masih butuh perbaikan-perbaikan, tapi sampai saat ini pihaknya tidak menerima data masyarakat yang sudah mendaftar.

“Detailnya kami tidak dapat memastikan, karena program itu milik pusat. Tetapi, secara nasional ternyata program itu tidak menyasar yang sesuai kriterianya. Tapi masalahnya kami sampai saat ini tidak menerima pendaftar yang khusus dari Sumenep, biasanya kalau ditutup pendaftaran itu kami dapat laporan. Sekarang tidak” katanya, Rabu (12/8/2020).

Pada tahap keempat, kuota yang dibutuhkan secara nasional adalah sekitar 800 ribu peserta, tapi khusus di Sumenep, pihaknya mengaku tidak tahu jumlah atau kuota yang dibutuhkan. Sebab pihaknya mengaku tidak dilibatkan dalam proses penjaringan calon prakerja.

Selain itu, pihaknya tidak dapat berbuat banyak dalam mengawasi program tersebut. Apalagi menurutnya tidak ada barometer yang dapat digunakan dalam mengukur peserta prakerja yang selama ini sudah terdaftar, baik secara mandiri maupun melalui fasilitas yang disediakannya.

Disampaikan, para peserta prakerja dari tahap satu sampai tahap tiga yang berjumlah sekitar 700 orang, khususnya di Sumenep, keberadaan dan pengembangan yang didapat setelah mengikuti proses prakerja itu.

“Kami tidak bisa mendeteksi keberadaannya apakah mereka sudah bekerja atau tidak, karena kami hanya tahu di kecamatan ini berapa orang yang satunya berapa orang, itu kami tahu. Tapi untuk mengontrol pengembangannya kami tidak tahu,” tegasnya.

Sehingga menurutnya, program prakerja yang disajikan oleh pemerintah pusat, pihaknya tidak dapat melakukan koordinasi dengan para peserta, dan untuk efektivitas dari program tersebut pihaknya mengaku kurang strategis di Sumenep, sebab pihaknya tidak dapat mengontrol kelanjutan program itu. (ara/ong)

Komentar

News Feed