Disnakertrans Sumenep Akui Pesimis Atasi Pengangguran

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Razin) BEKERJA-Seorang pemuda di Kabupaten Sumenep terpaksa memeras keringat untuk mendapatkan penghasilan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Minimnya anggaran menjadi salah satu kendala utama untuk meminimalisir angka pengangguran. Bahkan, menjadi penyumbat kran untuk membuka lapangan kerja baru. Kondisi ini diungkapkan, Kasi Informasi dan Pasar Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Wiyono, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, beberapa program unggulan seperti job fair,  untuk tahun ini program tersebut tidak lagi dilaksanakan. Salah satu faktornya minimnya anggaran. “Hanya tahun 2019 kemarin, itu hanya puluhan perusahaan yang bekerjasama dengan kami. Memang tahun ini, masih banyak perusahaan yang menanyakan kelanjutan program itu, tapi berhubung kondisi tidak normal, maka tetap ditiadakan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya mengaku program tersebut cukup efektif untuk mengurangi pengangguran di kabupaten paling timur Pulau Madura.  Sebab, selain tidak ada program lain kecuali job fair. Meski sempat direncanakan, akan dilaksanakan kembali pada tahun 2021 mendatang, perlu adanya evaluasi.

“Karena dari jumlah 24 perusahaan yang bekerjasama tidak sebanding dengan jumlah peserta yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Itu pun, kalau ada program job fair, soalnya berdasarkan pembahasan, untuk program tersebut tidak lagi dilaksanakan tahun depan. Maka otomatis tidak ada akses ke perusahaan,” imbuhnya.

Ditegaskan, tahun lalu job fair digelar dua kali dalam setahun. Hanya saja, pihaknya tidak mengetahui jumlah peserta yang diterima ataupun tidak. Salah satu alasanya, bukan menjadi kewenangannya. “Kami tidak bisa memastikan, karena memang bukan kewenangan kami, maka  tidak mengontrol peserta tersebut,” dalihnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi lV DPRD Kabupaten Sumenep, Siti Hosna mengatakan, pengentasan pengangguran bukan sesuatu yang mudah. Dengan demikian, pihaknya berharap, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus digenjot.  “Ini butuh sinergitas bersama, dan secara mandiri, terutama pemuda harus kreatif, jangan hanya bergantung, tapi buatlah lapangan pekerjaan sendiri,” sarannya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *