oleh

Disnakertrans Sumenep Hanya Mengawasi Perusahaan Formal

KABARMADURA.ID, Sumenep – Aktivitas perusahaan non formal tidak menjadi perhatian serius di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep. Utamanya dalam menjamin hak-hak yang harus diperoleh setiap karyawan selama bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Sumenep Kamarul Alam, Minggu (18/10/2020).

Menurutnya, bagi karyawan yang bekerja di perusahaan formal cukup mendapat perhatian. Jaminan yang dimaksud berupa tunjangan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) ketenagakerjaan, gaji upah minimum kerja (UMK), dan jaminan sosial lainnya terlebih di masa mewabahnya Covid-19 dan banyak karyawan yang terkena PHK.

“Kami hanya turun memberikan pembinaan atau sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan yang sudah terdeteksi atau sudah formal, selain itu kami tidak bisa berbuat apa, kami tidak mampu mendata dimana perusahaannya,” ujarnya.

Alam menambahkan, ada sekitar 506 perusahaan yang dinyatakan tergolong formal, dari jumlah tersebut tidak seluruh karyawan mendapatkan perhatian, misalnya BPJS ketenagakerjaan. Masih ada karyawan yang tidak mau mengikuti program tersebut. Termasuk tidak ada tekanan untuk perusahaan memberikan upah sesuai UMK.

“Itu sesuai dengan perjanjian di awal, jika karyawan sepakat tidak menerima gaji UMK artinya sesuai dengan kesepakatan bersama disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” imbuhnya.

Pihaknya tidak bisa memberikan tekanan dan mengharuskan perusahaan atau unit usaha agar menjadi formal, termasuk pengawasannya. “Misalnya ada peristiwa yang melanggar sekalipun sudah formal kami tidak bisa menindak, cuma bisa dilaporkan nanti ke pengawas jatim,” paparnya.

Salah satu karyawan perusahaan di Sumenep Ahmadi menyampaikan, meskipun dirinya sudah bekerja di perusahaan formal mengaku masih enggan mengikuti program-program pemerintah. “Misalnya BPJS, saya kerja lalu masih dipotong ke itu ( BPJS Ketenagakerjaan red), ya masih mikir, seandainya ditanggung mungkin lebih nyaman,” ungkapnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed