Disnakertrans Sumenep Merasa Dilema Sanksi Perusahaan Nakal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BEKERJA: Karyawan di salah satu perusahaan semangat beraktivitas.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep nampaknya belum bisa memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang dinilai melanggar peraturan tentang hak karyawan. Dinas yang membidangi ketenagakerjaan itu merasa dilema ketika harus dibenturkan dengan kondisi di lapangan.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Disnakertrans) Sumenep Kamarul Alam mengatakan, dalam mengambil tindakan ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan, salah satunya nasib karyawan yang dikhawatirkan menjadi korban.

Bacaan Lainnya

Meski secara langsung pihaknya tidak dapat memberikan sanksi atau hukuman, namun soal pelanggaran perusahaan bisa dilaporkan kepada dewan pengawas yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

“Kami sebenarnya dilema, mau ditindak misalnya khawatir karyawan nanti malah dipecat dan nambah lagi pengangguran, yang mencari pekerjaan kan masih banyak juga,” kata dia.

Dikatakan Alam, salah satu yang biasa dilanggar perusahaan yakni tentang hak yang harus didapat oleh karyawan, misalnya jaminan sosial, tunjangan BPJS Ketenagakerjaan, gaji upah minimum kerja (UMK).

Alam menambahkan, dari sekitar 506 perusahaan yang dinyatakan tergolong formal, dia menjumpai atau ada temuan perusahaan yang nakal, pihaknya sudah melaporkan ke badan pengawas, namun belum ada tindakan yang nyata.

“Ada sekitar 10 perusahaan yang sempat kami laporkan, dan juga diberikan pemahaman, tapi kan di lapangan faktanya berbeda, kadang karena perusahaan tidak mampu membayar sesuai UMK,” imbuhnya.

Kendati masih banyak problem yang belum sepenuhnya tertangani dengan baik, dia tetap berharap perusahan-perusahan minimal memberikan jaminan sosial, misalnya berupa BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan,  sehingga karyawan bekerja tenang karena ada jaminan keselamatan. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *