oleh

Disparbud Enggan Danai Wisata Lokal

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Pertumbuhan kawasan wisata di Kabupaten Pamekasan mengalami pertumbuhan cukup pesat. Sejumlah lokasi yang memiliki potensi alam yang indah, terus dikelola masyarakat untuk dijadikan destinasi wisata baru di kabupaten dengan slogan Gerbang Salam tersebut.

Sayang upaya masyarakat tidak berbanding lurus dengan perhatian pemerintah. Meski saat ini banyak bermunculan wisata lokal dengan potensi besar, namun pemerintah enggan membiayai tempat wisata tersebut.

Tidak adanya payung hukum untuk mendanai pengembangan wisata lokal yang dikelola perorangan maupun swasta menjadi dalih pemerintah. Padahal, wisata lokal tersebut memiliki peluang besar untuk menjadikan destinasi wisata bersaing dengan daerah lain.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengatakan, pembangunan fasilitas penunjang di sejumlah tempat wisata yang dikelola perorangan tidak bisa dilakukan. Sebab pemkab tidak mempunyai payung hukum yang jelas untuk melakukan kegiatan tersebut.

Sejauh ini, pemkab hanya melakukan pembangunan fasilitas yang benar-benar dikelola oleh pemerintah, baik pemerintah kabupaten, maupun pemerintah desa. Sementara untuk wisata yang dikelola oleh swasta, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Baru jika pengelolaannya dipasrahkan ke desa atau pemkab langsung, mungkin kita bisa bantu pembangunannya,” katanya Senin (27/2).

Lebih lanjut mantan Kadis PU Pengairan Pamekasan itu mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus untuk menggarap eduwisata mangrove yang ada di Desa Lembung, Kecamatan Galis. Wisata hutan bakau itu, dianggap memiliki potensi besar untuk memajukan wisata di wilayahnya.

Sementara untuk tempat wisata yang dikelola swasta, pihaknya mengaku hanya bisa  membantu dengan melakukan pembinaan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis), atau pengelola wisata, agar tempat wisata tersebut bisa semakin diminati masyarakat.

“Kami hanya bisa memberikan bekal pembinaan cara mengelola objek wisata dengan baik,” terangnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Taufikurrahman mengatakan, pengembangan wisata di Pamekasan terkesan setengah hati. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dianggap kurang serius dalam mengembangkan potensi wisata yang ada, termasuk potensi wisata yang saat ini dikelola swasta.

Seharusnya menurut politikus partai Gerindra itu, penambahan sarana pendukung untuk memanjakan pengunjung, serta sarana dan prasrana penunjang wisata lainnya, harus diperhatikan oleh pemerintah.

Jika fasilitas itu dilengkapi, dia optimis potensi wisata di Pamekasan akan semakin meningkat. Pengunjung diyakini akan semakin tertarik untuk datang ke Pamekasan. Jika itu terjadi, maka peningkatan ekonomi kerakyatan seperti yang dicita-citakan bupati bisa terwujud.

“Setidaknya pemkab juga menggandeng wisata lokal yang ada,” tandasnya. (pin/pai)

Komentar

News Feed