Disparbud Pamekasan Gagal Target PAD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) BAYAR KARCIS: Anggota DPRD Pamekasan Khairul Umam saat mengunjungi ekowisata pantai Talang Siring, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pamekasan dari sektor pariwisata tahun anggaran 2020, mengalami penurunan dari anggaran pendapatan yang tercatat di Badan Keuangan Daerah (BKD).

Bahkan, dari anggaran pendapatan Rp60 juta, PAD yang diperoleh hanya berkisar Rp23 juta lebih. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan, Poni Indrayani, Minggu (15/11/2020).

Menurutnya, seiring mewabahnya Covid-19, pengunjung di tiga destinasi wisata yang dikelola pemkab. Ketiga destinasi itu mengalami penurunan, yakni pantai Lembung, Talang Siring dan Jumiang.

Pihaknya dari awal menargetkan, setiap destinasi wisata, masing-masing bisa menyumbangkan PAD sebesar Rp30 juta. Namun harapan tersebut harus pupus lantaran Covid-19.

“PAD dari sektor wisata diperoleh dari retribusi karcis yang diberlakukan di setiap lokasi, kecuali wisata Api Tak Kunjung Padam di Tlanakan. Karena, sejak adanya konflik beberapa tahun terakhir wisata tersebut tidak menyetor PAD kepada pemkab,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Khairul Umam berjanji akan terus melakukan pengawasan. Bahkan, sudah beberapa kali melakukan hearing dengan Disparbud.

Pihaknya selalu mendorong Disparbud untuk bisa berkreasi. Sehingga, wisata tetap dibuka dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes). Selain itu, dia menilai capaian PAD bisa maksimal jika kelompok sadar wisata (Pokdarwis) mampu bersikap professional.

Pasalnya, ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pantai Talang Siring, karcis untuk para wakil rakyat digratiskan. Dia justru menegur petugas tersebut dan membayar karcis masuk untuk semua rombongannya.

“Kami harus sama-sama sadar wisata. Bahwa yang kami berikan juga demi kepentingan umum,” tegasnya. (ali/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *