Disparbud Pamekasan Gelar Pelatihan Pelaku Pariwisata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) SUKSES: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan menggelar pelatihan pelaku pariwisata untuk para pelaku resto, kafe dan rumah makan di Hotel Berlian (3/12//2020).

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Memasuki budaya kehidupan baru, setelah terjangkau wabah Covid-19, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan, menggelar pelatihan pelaku pariwisata di Hotel Berlian, Kamis (3/12/2020).

Plt. Kepala Disparbud Pamekasan, Nurul Widiastutik melalui Kabid Pariwisata, Poni Indrayani menjelaskan, kegiatan itu mengangkat tema, Kesiapan Industri Pariwisata (Resto, dan Kafe) dalam Rangka Tatanan Baru/ New Normal.

Sebanyak 40 pelaku pariwisata mengikuti pelatihan tersebut. Mereka dibekali dengan sejumlah wawasan tentang industri pariwisata. Tujuannya, untukmengembangkan potensi wisata, serta memulihkan kembali kondisi ekonomi sektor wisata yang sempat terpuruk, setelah mewabahnya Covid-19.

“Agar para pelaku pariwisata bisa tetap berkreasi dan berinovasi, meski berada di bawah tekanan wabah Covid-19,” ujar Poni.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk memberikan wawasan seputar industri pariwisata Jatim yang terdiri dari restoran, rumah makan dan kafe.

Selain itu, peserta juga dilatih oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Madura, dan diberikan wawasan seputar pelayanan prima atau excellent service bagi resto dan kafe.

Tidak hanya itu, pihaknya juga membekali peserta dengan wawasan seputar perizinan online single submission (OSS), sebagai tanda daftar usaha pariwisata di daerah.  Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP)

“Selain itu, kami mempertegas pentingnya mematuhi protokol kesehatan (prokes) selama wabah. Sebab hal itu penting, mengingat penutupan sejumlah destinasi wisata sempat dilakukan karena pengunjung yang apatis terhadap prokes,” jelasnya.

Kegiatan tersebut, juga dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional yang untuk menghibur seluruh tamu undangan dan para peserta pelatihan. Pihaknya berharap, adanya pelatihan bermanfaat dan membantu para pelaku pariwisata di daerah.

“Sehingga pada tatanan kehidupan baru ini, kami semua tetap bisa bekerja maksimal dengan inovasi dan kreativitas,” pungkas Poni. (ali/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *